Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 36 poin atau 0,41 persen di level 9.029 pada pembukaan perdagangan Jumat, 23 Januari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi rebound hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 23 Januari 2026.
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Kamis kemarin, mengikuti kenaikan Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan ancamannya untuk mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa.
Trump menarik kembali pernyataannya soal kemungkinan penerapan tarif terkait isu Greenland. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,87 persen dan Kosdaq melesat 2 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 meningkat 1,73 persen dan Topix menguat 0,74 persen.
Di sisi lain, data perdagangan Jepang menunjukkan ekspor bulan Desember tumbuh sebesar 5,1 persen secara year-on-year (yoy) atau di bawah konsensus. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,75 persen dan Hang Seng Hong Kong menguat 0,17 persen.
"Support IHSG berada di level 8.950-8.980 sementara resist IHSG di rentang 9.050-9.100," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada Kamis kemarin, melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut. Hal itu terjadi setelah meredanya kekhawatiran geopolitik terkait rencana tarif baru dan isu Greenland.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,63 persen, S&P 500 menguat 0,55 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,91 persen. Penguatan Nasdaq ditopang oleh kenaikan saham-saham teknologi besar seperti Nvidia, Microsoft, dan Meta Platforms.
Rally pasar saham AS didorong oleh pernyataan Trump pada Rabu lalu, yang menyatakan tidak akan memberlakukan tarif baru terhadap impor dari delapan negara Eropa yang semula dijadwalkan berlaku mulai 1 Februari 2026. Trump juga mengumumkan telah mencapai kerangka kesepakatan (framework) terkait Greenland.
Trump, yang dalam beberapa pekan terakhir mendorong kontrol AS atas Greenland, menyebut telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Dia juga menegaskan kepada CNBC bahwa AS telah memiliki ‘konsep kesepakatan’ terkait wilayah Arktik tersebut.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)

