JAKARTA, KOMPAS.com - Akses utama dari kawasan Tangerang menuju Jakarta melalui Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, lumpuh pada Jumat (23/1/2026) pagi.
Banjir yang tak kunjung surut sejak Kamis (22/1/2026) ini diperparah oleh hujan yang terus mengguyur sepanjang malam hingga.
Akibatnya, jalur arteri ini terendam di enam titik sekaligus dengan ketinggian air mencapai 1 meter di titik terparah.
Baca juga: Titik Banjir Jakarta Makin Banyak, Ini Daftar 125 RT dan 14 Ruas Jalan yang Tergenang
Anggota Unit Lantas Polsek Cengkareng, Aiptu Edi Priyanto, menyampaikan bahwa genangan air merata menutup jalan dari wilayah Cengkareng hingga Grogol Petamburan.
Kondisi ini membuat akses kendaraan, khususnya roda dua yang hendak menuju Grogol, terputus total.
Baca juga: Pengemudi Meninggal Terjebak Macet akibat Banjir, Pramono: Kami Sangat Berduka
"Enggak bisa lewat lagi, terutama di Jembatan Gantung, yang bisa lewat hanya truk kontainer," ujar Edi saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat pagi.
Titik paling parah banjir Daan Mogot berada di kawasan Halte Jembatan Gantung yang mencapai ketinggian 80 cm hingga 1 meter.
Baca juga: Banjir di Grogol Berujung Duka, Pengemudi Mobil Meninggal Dunia di Tengah Kemacetan
Ketinggian air di lokasi ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan Kamis malam yang sebelumnya sekitar 60 sentimeter (cm).
"Jembatan Gantung sebelumnya hanya selutut, saat ini paling dalamnya sampai sepinggang," jelas Edi.
Selain kedalaman, area genangan pun dilaporkan meluas, yang sebelumnya hanya sepanjang 300 meter.
"Panjang genangan di Jembatan Gantung sebelumnya hanya 300 meter, sekarang 500 meter," sambungnya.
Lumpuhnya akses jalan pun berdampak pada kemacetan panjang mulai dari persimpangan Mall Daan Mogot hingga Samsat Jakarta Barat, atau mengular sepanjang 3 kilometer (km).
Mengingat kondisi jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan kecil dan roda dua, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas.
"Demi keselamatan dan kelancaran, masyarakat diimbau untuk tidak melintasi Jalan Daan Mogot dan mencari rute-rute alternatif lainnya," tutur Edi.