Kepala Urusan Pemerintahan Ford Motor Hengkang, 'Nyerah' dengan Kebijakan EV Trump

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala urusan pemerintahan Ford Motor Co., Christopher Smith, dikabarkan akan meninggalkan perusahaan otomotif tersebut di tengah dinamika kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Smith telah memimpin upaya global Ford terkait legislasi, regulasi, dan kebijakan pemerintah sejak 2022.

Disitat dari Bloomberg, Jumat (23/1/2026), sumber yang mengetahui rencana ini menyebut bahwa kepergian Smith diperkirakan terjadi dalam beberapa minggu mendatang, meski alasan pastinya belum diungkapkan secara resmi.

Tahun lalu, Smith menjadi tokoh kunci dalam negosiasi antara Ford dan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mempertahankan insentif pajak bagi pabrik baterai di Michigan, yang akhirnya berhasil dipertahankan.

Ford menolak memberikan komentar terkait kepastian ini. Smith pun belum merespons permintaan komentar. Sementara itu, operasi kebijakan global Ford akan tetap dipimpin oleh Steve Croley, Kepala Bagian Kebijakan sekaligus Penasihat Umum perusahaan.

Kepergian Smith terjadi di tengah tekanan yang dialami Ford dan produsen mobil lain terkait sejumlah kebijakan pemerintah AS, termasuk tarif impor dari Kanada dan Meksiko serta penghapusan subsidi mobil listrik. Ford menyatakan bahwa tarif impor yang diberlakukan Presiden Trump berpotensi menambah biaya produksi hingga miliaran dolar.

Musim panas lalu, CEO Ford Jim Farley dan Ketua Eksekutif Bill Ford sempat memperingatkan bahwa rencana pembangunan pabrik baterai di Marshall, Michigan, "terancam" jika insentif federal untuk energi bersih dihapus. Smith sendiri mencatat di profil LinkedIn-nya bahwa ia memimpin upaya lobi Ford untuk mempertahankan kredit manufaktur tersebut.

Baca Juga

  • Ford Suntik Mati SUV Escape, Dealer Waswas Penjualan Seret
  • Ford Bakal Produksi Mobil di RI 2028, Segini Nilai Investasinya

Pabrik baterai Marshall direncanakan mulai beroperasi akhir tahun ini, mempekerjakan 1.700 orang, dan memasok sel daya untuk lini kendaraan listrik terjangkau yang akan diluncurkan pada 2027.

Pabrik ini menggunakan teknologi yang dilisensikan dari perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd, dan tetap bertahan meski Ford menarik diri dari bisnis kendaraan listrik yang menelan biaya sebesar US$19,5 miliar bulan lalu.

Sebagai catatan, Smith adalah veteran Angkatan Darat dan lulusan West Point. Sebelum bergabung dengan Ford, ia bekerja di perusahaan gas alam Cheniere Energy dan pernah menjabat sebagai Asisten Sekretaris untuk Energi Fosil di Departemen Energi AS pada era pemerintahan Presiden Barack Obama.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kalender Jawa Januari 2026: Tanggal Weton, Hijriah, Masehi
• 8 jam lalutheasianparent.com
thumb
Bukan Mendadak! KPK Intai Bupati Pati Sudewo Sejak November, Berawal Laporan Warga
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Bursa Transfer Persija: Shayne Pattynama Kian Dekat Gabung Macan Kemayoran usai Dilepas Klub Thailand?
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Usut Kasus Dana Syariah Indonesia, Polri Gandeng Kejagung hingga PPATK
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Banjir Bandang Lubawang Situbondo Menyisakan Luka Mendalam Warga
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.