JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam pemberantasan kemiskinan ekstrem di Indonesia dalam empat tahun.
Targetnya tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026).
"Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan memberantas kemiskinan ekstrem, dan kita akan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi saya dalam hidup," ujar Prabowo dalam pidatonya, Kamis.
Baca juga: Pamerkan Program MBG di WEF 2026, Prabowo: Ciptakan 600.000 Pekerjaan
Bagaimana strategi Prabowo dalam mewujudkan targetnya itu?
Pendidikan, kata Prabowo, menjadi salah satu cara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintahannya menghadirkan program Sekolah Rakyat yang ditujukan khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin.
"Sejauh ini, kami telah membangun 166 sekolah asrama bagi masyarakat yang sangat miskin. Ini mungkin sesuatu yang unik karena biasanya sekolah asrama hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga mampu. Kini, saya membangun sekolah asrama bagi mereka yang paling miskin," ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo di WEF: Indonesia Memilih Perdamaian daripada Kekacauan
Selain itu, Prabowo juga mendorong terwujudnya pendidikan yang modern dan layak lewat program digitalisasi.
Dalam program digitalisasi pendidikan, pemerintah memberikan papan interaktif digital (PID) ke seluruh sekolah di Indonesia.
Hingga akhir 2025, pemerintah telah mendistribusikan PID ke 288.000 sekolah. Rencananya akan menyalurkan lagi 1 juta unit PID pada 2026.
"Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia memiliki sedikitnya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital. Dengan begitu, misalnya saya berada di Jakarta, saya dapat mengunjungi sekolah manapun di Indonesia dan melihat langsung kualitas pengajaran para guru serta respons para murid," kata Prabowo.
Baca juga: Di WEF 2026, Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Akan Kejutkan Dunia
Di samping itu, pemerintahannya juga memiliki program renovasi sekolah, di mana sudah menyasar 16.140 sekolah pada 2025 lalu.
"Saya yakin bahwa sumber daya manusia menentukan pertumbuhan dan hasil yang jangka panjang. Pembangunan manusia dan kualitas sumber daya manusia adalah kunci bagi bangsa yang maju dan sejahtera. Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal," ujar Prabowo.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang