KDM Setujui Meikarta Dijadikan Apartemen Bersubsidi, Ini Alasannya

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyetujui rencana Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk menyulap kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, menjadi apartemen bersubsidi.

Dedi Mulyadi mengatakan Jawa Barat tidak boleh terus mengulangi kesalahan yang sama. Pembangunan perumahan harus dihentikan di wilayah-wilayah yang secara ekologis berisiko tinggi.

“Maka harus ada solusi. Tidak boleh lagi areal-areal yang berpotensi banjir dibangun sebagai kawasan perumahan. Maka solusinya, kan tadi, harus segera dipikirkan apartemen atau rumah vertikal itu,” katanya dikutip Jumat (23/1/2026).

Karena itu, ia menyepakati rencana pemanfaatan kawasan Meikarta sebagai hunian vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, langkah itu menjadi harapan baru dalam penyediaan rumah tanpa menambah tekanan terhadap lingkungan.

“Dan kemudian tadi kan Menteri Perumahan menyampaikan bahwa Meikarta akan dijadikan sebagai kawasan rumah vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Kan ini harapan baru,” ujarnya.

Di kawasan Meikarta saat ini sudah berdiri sejumlah menara apartemen, di mana fasilitas tersebut tinggal diisi.

Baca Juga

  • Babak Baru Meikarta: dari Kota Mandiri hingga Rambah Pasar Subsidi
  • Maruarar Pastikan Kesiapan Lahan Proyek Rusun Subsidi Meikarta
  • Lippo Cikarang (LPCK) Sulap Meikarta Jadi Rusun Subsidi, Ini Bocoran Harganya

Selain itu, dari lahan seluas sekitar 20 hektare, saat ini diproyeksikan dapat dibangun 94.000 hingga 100.000 unit apartemen dengan kapasitas tiga jiwa per unit. Hal tersebut dinilai dapat menyelamatkan puluhan ribu hektare lahan dari alih fungsi.

“Meikarta itu sudah terbangun, sekarang tinggal diisi. Jalannya lebar-lebar. Bayangkan kalau Meikarta bisa menampung 100.000 orang, maka kita barangkali bisa menyelamatkan hampir 50.000 hektare sawah,” katanya.

Namun, dia menegaskan bahwa konsep hunian vertikal untuk MBR tidak boleh berhenti di satu lokasi saja, hanya di Bekasi. Menurutnya, Kota Bandung dan wilayah perkotaan lain juga harus mulai menyiapkan kawasan serupa.

“Setelah itu, berarti kan di Bandung nanti di mana? Misalnya, kan? Nanti di mana di Bandung? Ya harus kita ciptakan di Bandung nanti rumah vertikal di mana?” tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dejan Tumbas Pemain Eks Andalan Persebaya yang Memenuhi Ekspektasi PSM Namun Dirumorkan ke Persis Solo
• 7 menit laluharianfajar
thumb
Polisi Ungkap Perdagangan Owa Siamang di Pekan Baru, 1 Ekor Dijual 10 Juta
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Info Pengalihan Lalu Lintas Haul Akbar di Kedinding Lor, Surabaya
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BPBD Catat Banjir Rendam 125 RT di Jakarta Jumat Sore
• 1 jam laluidntimes.com
thumb
3 Titik Banjir di Jakarta yang Sebabkan Macet Parah Malam Ini
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.