FAJAR, SURABAYA — Nama Dejan Tumbas kembali menghangat di bursa transfer Super League 2025/2026. Penyerang asal Serbia itu dirumorkan masuk radar Persis Solo, tak lama setelah resmi dilepas Persebaya Surabaya.
Isu ketertarikan Persis Solo terhadap Tumbas mencuat karena status sang pemain kini bebas transfer. Situasi ini membuka peluang besar bagi Laskar Sambernyawa untuk mengamankan jasanya tanpa biaya kompensasi klub.
Persebaya sebelumnya mengambil keputusan tegas dengan mencoret enam pemain sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh menjelang putaran kedua kompetisi. Dejan Tumbas termasuk dalam daftar tersebut.
“Diego Mauricio, Dejan Tumbas, Dime Dimov, Rizky Dwi Pangestu, Kadek Raditya, dan Rendy Oscario tidak lagi menjadi bagian skuad Persebaya di putaran kedua BRI Super League 2025/2026,” tulis pernyataan resmi klub.
Enam pemain yang dilepas itu bukan aset sembarangan. Nilai pasar Dejan Tumbas mencapai Rp3,48 miliar, sementara Diego Mauricio berada di angka Rp3,91 miliar. Dime Dimov bahkan ditaksir senilai Rp6,08 miliar.
Jika diakumulasi, total nilai pasar keenam pemain tersebut menyentuh Rp18,68 miliar—angka yang menunjukkan besarnya pengorbanan Persebaya demi meramu ulang komposisi tim.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sebelumnya memang menegaskan keinginannya membangun skuad yang sepenuhnya sesuai dengan filosofi bermainnya.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus memiliki dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” ujar Tavares.
Keputusan Persebaya ini rupanya dimanfaatkan dengan cermat oleh Persis Solo. Klub kebanggaan warga Surakarta itu mulai mengoleksi pemain-pemain eks Green Force untuk memperkuat tim di putaran kedua.
Sebelumnya, Persis sudah mendatangkan Sho Yamamoto, lalu menyusul Kadek Raditya yang resmi diperkenalkan pada Rabu (21/1).
“Bergabung untuk memberi jaminan aman di sektor pertahanan. Selamat datang di Surakarta, Kadek Raditya,” tulis akun resmi @persisofficial.
Kini, nama Dejan Tumbas masuk dalam daftar bidikan berikutnya. Kabar ini diungkap akun sepak bola nasional @bolasidoel, Kamis (22/1).
“Dejan Tumbas diminati Persis Solo.”
Status bebas klub membuat negosiasi Persis Solo relatif lebih ringan. Klub hanya perlu menyepakati nilai kontrak dan durasi, tanpa terbebani biaya transfer.
Menariknya, Dejan Tumbas sejatinya juga sempat dinilai cocok dengan kebutuhan PSM Makassar. Pelatih PSM, Tomas Trucha, dikenal menyukai pemain dengan karakter ngotot, agresif, dan serba bisa—profil yang melekat pada Tumbas.
Selain sebagai penyerang, Dejan mampu bermain sebagai gelandang box to box, kuat dalam duel, serta punya etos kerja tinggi. Karakter ini membuatnya menjadi kesayangan suporter Bonek selama berseragam Persebaya.
Namun, di tengah kebutuhan PSM akan pemain bertipe pekerja keras, justru Persis Solo bergerak lebih cepat memanfaatkan situasi.
Tak hanya Dejan Tumbas, Persis juga dirumorkan membidik dua nama lain eks Persebaya, yakni Irfan Jaya dan Alta Ballah. Jika terealisasi, aroma Green Force di tubuh Laskar Sambernyawa akan semakin terasa.
Pergerakan agresif Persis Solo menunjukkan ambisi besar mereka di sisa musim Super League 2025/2026: memperkuat tim tanpa menguras anggaran, dengan memanfaatkan pemain berstatus bebas transfer.
Dari Surabaya ke Solo, Dejan Tumbas kini berada di persimpangan karier. Apakah ia akan menjadi bagian dari proyek kebangkitan Persis, atau justru berbelok ke klub lain seperti PSM Makassar, jawabannya tinggal menunggu waktu.





