FAJAR, MAKASSAR — Pengerjaan proyek irigasi di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dinilai dikerjakan secara asal-asalan. Salah satunya terlihat pada proyek irigasi di wilayah To’yasa Akung, Lempo, Kecamatan Bangkelekila.
Berdasarkan pantauan Harian Fajar selama dua hari, Kamis–Jumat (22–23 Januari 2026), irigasi sepanjang kurang lebih 8 kilometer tersebut tampak amburadul. Di sejumlah titik, bangunan irigasi sudah mengalami retak bahkan jebol.
Kerusakan terlihat mulai dari bagian pinggir hingga dasar irigasi. Tidak hanya itu, plesteran di beberapa bagian juga tampak tidak dikerjakan hingga tuntas. Sisa material bangunan pun berserakan di lokasi pengerjaan.
Meski di lokasi tidak ditemukan papan informasi proyek, hasil penelusuran Harian Fajar menyebutkan bahwa proyek tersebut merupakan proyek dari Balai, dengan Dinas Pertanian Toraja Utara sebagai salah satu pihak pengawas.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut dikerjakan oleh PT NK. Namun, hingga kini nilai anggaran, sumber dana, spesifikasi teknis, serta detail pengerjaan terkesan tertutup dan tidak transparan.
Seorang warga setempat, Ronny (42), membenarkan adanya sejumlah kejanggalan sejak awal pengerjaan proyek.
“Saya tidak tahu ini siapa yang kerja, tapi dilihat dari kasat mata saja ini sudah rusak,” ucap Ronny, Jumat, 23 Januari.
Ia pun berharap aparat penegak hukum turun tangan untuk mengecek langsung kondisi proyek tersebut.
“Saya sebagai masyarakat berharap aparat turun tangan, apalagi sudah sekitar dua bulan ini dikerja tapi tidak jelas. Aparat kiranya turun untuk melihat ini semua, jangan sampai pengerjaan tidak sesuai dan masyarakat dirugikan, apalagi jika ada dugaan kolusi atau korupsi,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait yang telah coba dikonfirmasi oleh Harian Fajar, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proyek tersebut. (edy)



