Banjir 1 Meter Rendam Desa Srimukti Bekasi, Warga Mengungsi

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Banjir dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter hingga 1 meter merendam sejumlah kampung di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (23/1/2026).

Banjir terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Banjir di Jatimulya Bekasi Kemarin: Jalan Raya Lumpuh, Perumahan Terendam

Pantauan Kompas.com di lokasi hingga pukul 10.00 WIB, debit air masih terus meningkat.

Sejumlah warga tampak berupaya menyelamatkan barang-barang berharga, seperti peralatan elektronik dan dokumen penting, dengan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi.

Baca juga: Titik Banjir Jakarta Makin Banyak, Ini Daftar 125 RT dan 14 Ruas Jalan yang Tergenang

Sebagian warga lainnya memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke fasilitas sosial, seperti masjid, sekolah, hingga rumah kerabat yang memiliki bangunan bertingkat.

Salah satu warga Kampung Gabus Gedong, Desa Srimukti, Andi (50), mengatakan hujan sudah turun sejak Kamis sore dan menyebabkan air perlahan naik hingga masuk ke permukiman.

“Kalau enggak salah dari jam 15.00 WIB kemarin sudah hujan dan mulai naik airnya. Sekarang di rumah hampir semeter lebih,” kata Andi saat ditemui Kompas.com, Jumat.

Menurut Andi, sebagian warga sudah lebih dulu mengungsi, sementara lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing.

“Banyak yang sudah ngungsi. Ada yang ke tanggul, ada yang ke masjid yayasan. Ada juga yang enggak ngungsi, sebagian masih bertahan,” ujarnya.

Meski banjir bukan hal baru bagi warga Kampung Gabus Gedong, Andi mengungkapkan kekhawatiran tetap dirasakan warga, terutama terkait potensi bahaya dari hewan liar.

“Kalau soal banjir di sini sudah biasa dari zaman dulu, bahkan pernah sampai atap rumah. Tapi sekarang ini bukan cuma resah, kami pada ketakutan. Di sini banyak buaya sama ular,” ucap dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Andi berharap ada perhatian dan bantuan bagi warga terdampak banjir, terutama bagi mereka yang terpaksa mengungsi akibat ketinggian air yang terus bertambah.

“Ya, kayak begini kan lagi kebanjiran, ada bantu-bantuan lah untuk masyarakat yang pada kebanjiran ini,” tuturnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri Sakti Wahyu Trenggono Sampaikan Belasungkawa kepada Pegawai KKP yang Jadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
• 23 jam lalufajar.co.id
thumb
Upaya Wujudkan Generasi Bangsa Berdaya Saing Global, Perguruan Tinggi di Kabupaten Tangerang Ciptakan Produk Bantu Pemenuhan Gizi Anak
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
• 3 jam lalumerahputih.com
thumb
Layvin Kurzawa Dikabarkan Tiba di Bandung, Resmi Diperkenalkan Persib di Stadion GBLA? Jurnalis Prancis Sebut ...
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
PT GDPS Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan SMA/SMK, Ini Kualifikasinya
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.