Presiden Prabowo Subianto menjelaskan komitmen Indonesia melawan praktik ilegal saat bicara dalam di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Salah satunya, kata Prabowo, pemerintah telah menutup 1.000 tambang ilegal.
"Hingga saat ini, kami telah menutup 1.000 tambang ilegal. Namun, laporan dari jajaran saya menunjukkan masih ada setidaknya 1.000 tambang ilegal lainnya," kata Prabowo saat berpidato di WEF, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Prabowo mengatakan pemerintah juga menyita 4 juta hektare perkebunan dan tambang ilegal. Dia menyebut ada 28 perusahaan yang izinnya dicabut karena melanggar hukum terkait lingkungan.
"Jika digabungkan dengan 4 juta hektare lahan ilegal yang telah disita sebelumnya, pada hakikatnya kami telah menjalankan penegakan hukum di bidang kehutanan yang paling berani dan paling tegas dalam sejarah Indonesia," katanya.
Prabowo mengatakan penegak hukum di Indonesia juga mengungkap penyelewengan besar-besaran tata kelola bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah. Menurutnya, berbagai penyelewengan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap supremasi hukum.
(eva/haf)




