Viral Video Rumah Panggung di Karawang Terendam Banjir, Dedi Mulyadi Buka Suara, Singgung Pengambilan Gambar

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDVideo rumah panggung di Karawang terendam banjir kini viral di sosial media. Dedi Mulyadi langsung buka suara sampai singgung soal pengambilan gambar.

Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tengah dilanda banjir. Banjir menggenangi belasan kecamatan, termasuk rumah panggung yang dibangun Pemprov Jabar di Telukjambe, Karawang.

Terbaru viral video rumah panggung di Karawang terendam banjir kini viral di sosial media. Dedi Mulyadi langsung buka suara sampai singgung soal pengambilan gambar.

Sebuah video yang menampilkan rumah panggung tergenang banjir ramai beredar di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak kawasan permukiman warga terendam air hingga menyentuh bagian atap rumah, dengan ketinggian banjir yang disebut mencapai lebih dari tiga meter.

Bahkan, bagian lantai atas rumah panggung yang sebelumnya diklaim aman dari banjir kini ikut terendam air.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa secara teknis, sudut pengambilan gambar dalam video tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman persepsi.

“Silakan lihat videonya. Di sampingnya itu rumah yang saya bangun, itu masih bisa ditinggali. Rumah-rumah yang terlihat tenggelam itu karena anglenya (sudut pandang) rumah di samping rumah panggung yang saya bangun,” ujar Dedi, dikutip dari TribunJabar.id.

Rumah panggung yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di wilayah tersebut, menurut Dedi, memang dirancang dengan ketinggian tertentu agar tetap aman dari banjir. Ia pun meyakini bangunan tersebut masih layak ditempati, berbeda dengan rumah warga lain di sekitarnya yang terendam hingga bagian atap.

“Rumah panggung yang dibangun itu memang ukurannya tinggi, sehingga masih bisa ditinggali meskipun banjir,” katanya.

Dedi juga menegaskan bahwa video yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya, karena fokus kamera lebih menyoroti rumah-rumah non-panggung di sekitar lokasi.

Sejak resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi mengaku telah menawarkan program relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir. Namun, tidak semua warga bersedia menerima tawaran tersebut.

 

“Saya sudah menawarkan relokasi sejak saya dilantik jadi gubernur, tapi mereka tidak mau,” katanya.

Bahkan, kata dia, Kepala Desa di daerah tersebut tidak memberikan data lengkap rumah-rumah yang berada di wilayah rawan banjir untuk keperluan penanganan.

“Saya sempat minta data semua rumah yang berada di daerah sana yang rawan banjir. Tapi kades tidak memberikan semuanya,” ucapnya.

Diketahui, banjir kembali merendam sejumlah daerah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hingga Senin (19/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat sebanyak 12 kecamatan terdampak bencana tersebut.

Akibat meluasnya genangan air, ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam, mengungkapkan bahwa banjir telah merendam 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan.

"Jumlah kecamatan yang terdampak banjir tercatat sebanyak 26 desa dari 12 kecamatan," ujar Ferry Muharam, Senin (19/1/2026), dikutip dari Kompas.com.

Menurut Ferry, banjir terjadi karena kombinasi beberapa faktor, mulai dari tingginya intensitas curah hujan, meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, hingga dampak banjir rob di kawasan pesisir Karawang.

BPBD mencatat jumlah warga terdampak mencapai 13.304 orang dewasa, 374 balita, serta 86 bayi. Selain itu, terdapat 4.304 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak, dengan 2.413 orang di antaranya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Sebanyak 3.163 rumah terendam banjir,” kata Ferry.

Adapun 12 kecamatan yang terdampak meliputi Karawang Timur, Telukjambe Timur, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Jayakerta, Cilebar, Rawamerta, Rengasdengklok, Lemahabang, Cilamaya Wetan, dan Klari. Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter.

Kondisi paling parah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur, dengan tinggi genangan air mencapai sekitar 2 meter. Ferry menambahkan, petugas BPBD Karawang terus bersiaga selama 24 jam untuk melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak.

“Pendistribusian logistik dengan kebutuhan mendesak berupa makanan, minuman, selimut, dan terpal terus berlangsung,” katanya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
4 Arti Mimpi Mendaki Bukit, Pertanda Ujian Hidup hingga Kesuksesan Menanti
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Bursa Transfer BRI Super League: Dewa United Gaet Bintang asal Maroko
• 22 jam lalubola.com
thumb
Prajogo Pangestu Rogoh Rp8,48 Miliar Tambah Muatan Saham BREN
• 50 menit lalubisnis.com
thumb
Partai Gerakan Rakyat Hadapi Jalan Terjal, Usung Anies Baswedan di Pilpres 2029
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Jakarta Banjir, 3 Terdakwa Kasus Korupsi Minyak Mentah Ikuti Sidang Secara Online
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.