Mengawal pelaksanaan ibadah haji menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas. Mulai dari menghadapi karakteristik jemaah yang berbeda-beda, cuaca yang berbeda dari Indonesia, dan padatnya aktivitas di puncak haji yakni di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang menuntut kesiapsiagaan penuh sepanjang waktu.
"Tantangan medan yang cukup berat, cuaca, medan musuhnya ya adalah diri kita juga. Medannya di sana objeknya ya kita melayani, melayani dengan jemaah-jemaah di Indonesia yang heterogen," kata Wakil Ketua Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Kurniawan Muftiono, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (23/1).
"Ada yang usianya sudah sepuh, perlu diberikan pertolongan yang maksimal, ada yang bisa mandiri, perlu diberi pembimbingan pemahaman," sambungnya.
Menghadapi tantangan-tantangan tersebut, petugas dibekali pengetahuan dan ketahanan fisik dalam Diklat selama sebulan. Petugas, diberikan pemahaman mengenai tugasnya masing-masing sehingga dapat bekerja dengan efektif dan efisien.
Semua tugas dan fungsi, mulai dari akomodasi, transportasi, media center, perlindungan jemaah, kesehatan, disatupadukan sehingga dapat menghasilkan kekompakan.
"Saya sudah mengarahkan, meyakinkan benar-benar, tolong ketika sudah masuk sini, lepaskan baju kebesaran, jubah kebesaran ditinggalkan. Kalau kita mendengar Bapak Raja Saudi Arabia menyatakan dia adalah sebagai pelayan tamu-tamu Allah, masa kita hanya sebatas punya baju jaket yang agak sedikit beda dengan lainnya merasa lebih hebat, harus sama, kita semua satu tim pelayan tamu Allah," ucapnya.
Adapun petugas haji dari latar belakang beragam. Mulai dari kiai, pengasuh pondok pesantren, wartawan, kalangan ormas, TNI-Polri, hingga sipil.
Petugas Bermental Tangguh
Dalam pemaparannya di hadapan lebih dari 1.600 PPIH, Muftiono menegaskan petugas haji harus memiliki mental tangguh.
“Mental tangguh kunci keberhasilan PPIH Arab Saudi. Tangguh itu tidak mudah menyerah,” ucapnya.
Menurutnya dalam mewujudkan mental tangguh harus dibarengi dengan rohani yang kuat, memiliki ideologi bangsa yang teguh pada pancasila dan cinta tanah air, memiliki semangat kejuangan dan kejiwaan yang baik.
“Empat komponen harus beririsan menjadi satu agar menjadi petugas haji yang bermental tangguh,” ucapnya.



