Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun signifikan pada Jumat (23/1/2026), terseret penurunan tajam saham-saham konglomerat macam Grup Barito.
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun signifikan pada Jumat (23/1/2026), terseret penurunan tajam saham-saham konglomerat macam Grup Barito milik taipan Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.38 WIB, IHSG merosot 1,18 persen menjadi 8.885,94. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,18 triliun dengan volume perdagangan 30,74 miliar.
Sebanyak 624 saham turun, hanya 119 saham naik, dan 215 sisanya stagnan.
Dengan ini, indeks acuan tersebut telah melemah tiga hari berturut-turut, menjauh dari level tertinggi sepanjang masa (ATH) di 9.174,47, yang disentuh pada perdagangan intraday 20 Januari 2026.
Saham Prajogo Pangestu menjadi beban utama indeks siang ini. Sebut saja, PT Petrosea Tbk (PTRO) yang jatuh 13,92 persen, usai sempat auto rejection bawah (ARB) 15 persen, ke level Rp9.275 per unit.
Saham PTRO sudah melemah lima hari tanpa henti di tengah antisipasi pasar terhadap pengumuman perubahan metodologi perhitungan free float MSCI pada akhir Januari.
Informasi saja, PTRO, bersama raksasa batu bara Grup Bakrie-Grup Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI), digadang-gadang masuk ke MSCI Standard Cap pada Februari mendatang.
Saham BUMI turun 0,57 persen ke Rp348 siang ini usai ambles 9,84 persen sehari sebelumnya.
Penurunan tajam saham PTRO menyeret emiten Prajogo lainnya, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot 7,64 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 6,34 persen, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) 5,41 persen, hingga PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 4,21 persen.
Saham properti milik taipan Aguan dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga ikut menjadi laggard indeks, minus 5,02 persen ke Rp11.350 per unit.
Demikian pula, dengan saham induk Indomaret milik Grup Salim, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang melemah 3,31 persen hingga bank-bank besar macam PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi 0,65 persen.
Berbeda dengan situasi di pasar domestik, bursa saham Asia menguat pada Jumat (23/1) pagi, menjelang pertemuan kebijakan terbaru Bank of Japan (BOJ) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga.
Indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen, sementara indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,2 persen. Kontrak berjangka S&P 500 e-mini bergerak fluktuatif antara zona positif dan negatif, terakhir naik 0,1 persen.
Di Wall Street, saham-saham memperpanjang reli untuk hari kedua pada Kamis setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap produk Eropa dan menegaskan tidak akan mengambil alih Greenland dengan kekuatan militer.
Indeks S&P 500 naik 0,5 persen, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 0,9 persen. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




