Jakarta, tvOnenews.com - Peran Indonesia dalam sejarah bulu tangkis dunia kembali ditegaskan melalui keterlibatan para legenda dan juara nasional dalam pembangunan Museum Bulu Tangkis Dunia yang digagas Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Qingdao, China.
Sejumlah tokoh besar Indonesia turut menyumbangkan tanda tangan serta handprint pada foto-foto bersejarah yang nantinya akan dipajang secara permanen di museum tersebut.
- Instagram/King.Chayra
Dalam keterangan resmi PP PBSI, Jumat, disebutkan bahwa partisipasi para legenda ini menjadi elemen penting dalam mendukung realisasi museum yang bertujuan menjaga dan merawat warisan sejarah serta budaya bulu tangkis di tingkat global.
Nama-nama besar bulu tangkis Indonesia yang terlibat mencakup lintas generasi, mulai dari Rudy Hartono, Imelda Wiguna, Ricky Soebagdja, Icuk Sugiarto, Hariyanto Arbi, Hendrawan, Susy Susanti, Alan Budikusuma, Sigit Budiarto, hingga legenda era modern seperti Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, dan Tontowi Ahmad.
Tanda tangan dan handprint para legenda tersebut akan menjadi bagian dari zona khusus museum yang menampilkan para juara dunia serta peraih medali emas Olimpiade, sebagai simbol pencapaian tertinggi dalam olahraga bulu tangkis.
Project Director BWF, Stuart Borrie, menilai keterlibatan legenda dari berbagai negara, termasuk Indonesia, memberikan bobot sejarah yang signifikan bagi keberadaan museum ini.
“Kami ingin museum ini menjadi tempat di mana orang dapat belajar tentang sejarah bulutangkis dan mengenal para tokoh yang membentuk olahraga ini,” ujar Stuart dalam keterangan PBSI, Jumat.
Museum Bulu Tangkis Dunia BWF saat ini sedang dibangun di kawasan BWF Qingdao International Exchange Center.
Museum ini berdiri di atas area seluas kurang lebih 4.200 meter persegi dan terdiri dari empat lantai yang akan menyajikan perjalanan panjang bulu tangkis dunia, turnamen-turnamen prestisius, serta kontribusi para legenda dari berbagai era.
Stuart berharap museum tersebut tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang edukasi dan pertukaran budaya.
"Kami berharap orang akan datang ke Qingdao bukan hanya untuk melihat sebuah kota yang indah tetapi juga untuk melihat museum dan belajar tentang sejarah bulu tangkis, belajar tentang pemenang dan belajar tentang orang dalam olahraga kita, lanjutnya.


