Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Atlet andalan para tenis meja Indonesia Yayang Gunaya menuntaskan janji kepada istrinya guna membawa pulang medali dengan menyabet emas dalam final nomor tunggal putra kelas TT4 (kursi roda) pada ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Pria asal Garut, Jawa Barat itu berhasil menundukkan wakil tuan rumah Wanchai Chaiwut dalam tiga gim langsung 3-0 (11-8, 11-8, 13-11) di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat.
"Alhamdulillah bersyukur karena keluarga serta istri hanya ingin saya bawa pulang medali dan hasilnya justru emas," kata Yayang dengan semringah kepada ANTARA, setelah pertandingan.
Dia mengaku, memperbanyak doa pada malam sebelum pertandingan untuk semakin meneguhkan hati menghadapi babak final.
Meskipun sudah tiga kali mengikuti ASEAN Para Games, ia tidak pernah absen melakukan kebiasaan itu setiap akan menghadapi pertandingan, khususnya laga yang krusial.
Baca juga: Afrizal persembahkan perunggu para boccia untuk Indonesia
Yayang menambahkan, selain untuk istri dan keluarga, medali emas itu juga dipersembahkan kepada bangsa dan negara, pelatih, dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, serta Kemenpora.
Setelah prestasi itu, dia masih optimistis bisa kembali menambah medali untuk Merah Putih melalui nomor ganda campuran pada hari ini pukul 15.30 WIB.
Yayang akan berpasangan dengan Osrita Muslim guna mengawali perjuangan melalui babak penyisihan.
Pertandingan pertama melawan pasangan Filipina Darwin Salvacion/Lucena Jaranilla. Sedangkan laga kedua kontra Wanchai Chaiwut/Dararat Asayut asal Thailand.
Baca juga: Sella Dwi Radayana belum beruntung di final para tenis meja APG 2025
Baca juga: Walau terlilit cedera, Nur Ferry sabet emas kedua APG 2025
Pria asal Garut, Jawa Barat itu berhasil menundukkan wakil tuan rumah Wanchai Chaiwut dalam tiga gim langsung 3-0 (11-8, 11-8, 13-11) di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Jumat.
"Alhamdulillah bersyukur karena keluarga serta istri hanya ingin saya bawa pulang medali dan hasilnya justru emas," kata Yayang dengan semringah kepada ANTARA, setelah pertandingan.
Dia mengaku, memperbanyak doa pada malam sebelum pertandingan untuk semakin meneguhkan hati menghadapi babak final.
Meskipun sudah tiga kali mengikuti ASEAN Para Games, ia tidak pernah absen melakukan kebiasaan itu setiap akan menghadapi pertandingan, khususnya laga yang krusial.
Baca juga: Afrizal persembahkan perunggu para boccia untuk Indonesia
Yayang menambahkan, selain untuk istri dan keluarga, medali emas itu juga dipersembahkan kepada bangsa dan negara, pelatih, dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, serta Kemenpora.
Setelah prestasi itu, dia masih optimistis bisa kembali menambah medali untuk Merah Putih melalui nomor ganda campuran pada hari ini pukul 15.30 WIB.
Yayang akan berpasangan dengan Osrita Muslim guna mengawali perjuangan melalui babak penyisihan.
Pertandingan pertama melawan pasangan Filipina Darwin Salvacion/Lucena Jaranilla. Sedangkan laga kedua kontra Wanchai Chaiwut/Dararat Asayut asal Thailand.
Baca juga: Sella Dwi Radayana belum beruntung di final para tenis meja APG 2025
Baca juga: Walau terlilit cedera, Nur Ferry sabet emas kedua APG 2025



