Jakarta, CNBC Indonesia - PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) telah melakukan penambahan penyertaan modal kepada anak usahanya PT Super Ekonomi Retailindo (SER) yang memegang merek ritel Toko Mama sebanyak Rp46.650.000.000.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dana yang digunakan oleh Perseroan untuk melakukan transaksi afiliasi tersebut berasal dari kas internal Perseroan.
"Penggunaan dana tersebut telah mempertimbangkan kondisi keuangan Perseroan secara menyeluruh, termasuk posisi kas, arus kas operasional, serta kewajiban keuangan Perseroan baik jangka pendek maupun jangka panjang," tulis manajemen, Jumat (23/1/2026).
Manajemen menjabarkan, transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperluas cakupan segmen pasar serta memperkuat jangkauan Perseroan sehingga gerai lebih dekat dengan target konsumen dan dapat menyikapi kebutuhan pasar secara lebih efektif.
"Hal ini didorong oleh perkembangan perilaku konsumen yang mengarah pada pola belanja kebutuhan sehari-hari dengan durasi yang lebih singkat, frekuensi yang lebih tinggi, serta nilai belanja per transaksi yang relatif lebih kecil," jelas manajemen.
Selain itu, meningkatnya segmen konsumen yang berorientasi pada harga mendorong kebutuhan akan solusi ritel yang dekat, praktis, dan terjangkau, dengan diferensiasi dibandingkan minimarket, baik dari sisi ragam produk, nilai yang ditawarkan, maupun pengalaman berbelanja.
Dana hasil penambahan penyertaan modal dalam SER akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha, antara lain untuk penguatan modal kerja awal dalam rangka pengoperasian dan pengembangan gerai.
Lalu, untuk penyediaan dan pengelolaan persediaan barang dagangan, penguatan infrastruktur dan sistem operasional pendukung kegiatan usaha, dan kebutuhan operasional lain yang relevan dengan kegiatan usaha SER.
Setelah transaksi penambahan modal dilakukan, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh SER meningkat signifikan dari Rp5 miliar menjadi Rp51,65 miliar. Porsi saham yang dimiliki MPPA pun bertambah dari sebelumnya 4.999 lembar saham menjadi 51.649 lembar saham.
Dengan demikian, peningkatan modal pada SER dinilai sejalan dengan strategi pengembangan usaha Perseroan melalui entitas anak secara terukur dan berkelanjutan, serta diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
"Transaksi penambahan penyertaan modal dalam SER akan dicatat sebagai penambahan investasi Perseroan pada entitas anak sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia," sebutnya.
Secara dampak, suntikan modal ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan, seiring dengan perluasan skala usaha yang dapat mendorong pertumbuhan pendapatan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing Perseroan.
Selain itu, penguatan usaha melalui SER dapat menjadi platform bagi pengembangan lini usaha ritel lainnya, sehingga berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan Perseroan. Seperti diketahui, saat ini di Indonesia bisnis ritel dikuasai oleh jaringan Alfamart dan Indomaret.
(ayh/ayh)




