Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pergerakan empat saham yang mencatat aktivitas perdagangan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA), yakni PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), PT Intra Golflink Resorts Tbk. (GOLF), PT Pakuan Tbk. (UANG), dan PT Planet Properindo Jaya Tbk. (PLAN).
“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham PGUN, GOLF, UANG dan PLAN yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.
Pergerakan saham-saham tersebut memang terbilang agresif dalam sepekan terakhir. Saham PGUN milik Haji Isam tercatat naik 24,87%. Namun setelah rilis UMA pada sesi pertama perdagangan Jumat (23/1), saham ini langsung terkoreksi tajam sebesar 8,01% ke level Rp12.275. Saham GOLF juga mencatat kenaikan 40,15% dalam sepekan, tetapi kini melemah 8,42% ke Rp370.
Baca Juga: Saham PGUN Meroket, Terpantik Kabar Haji Isam dan Hapsoro akan Bentuk Bursa Kripto
Tekanan juga terlihat pada saham UANG. Setelah menguat 28,79% dalam sepekan, saham ini berbalik turun 15% ke Rp6.375. Sementara itu, saham PLAN menjadi satu-satunya yang masih melanjutkan penguatan. Dalam sepekan PLAN melonjak 54,39% dan saat ini masih naik 8,64% ke Rp88.
Yulianto menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. “Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ujar Yulianto.
Baca Juga: Gembok Dibuka, 4 Saham Jadi Penghuni Baru Papan FCA
Sejalan dengan itu, ia mengimbau investor agar lebih cermat dalam menyikapi dinamika pergerakan saham tersebut. Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa.
Kemudian, mencermati kinerja dan keterbukaan informasi emiten, mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila belum memperoleh persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.





