Rekor Harga Emas Dunia Dongkrak Saham ANTM-MDKA Cs di Tengah Tekanan IHSG

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten tambang emas menguat pada perdagangan Jumat (23/1/2026), bergerak berlawanan dengan pasar secara umum.

Rekor Harga Emas Dunia Dongkrak Saham ANTM-MDKA Cs di Tengah Tekanan IHSG. (Foto: Unsplash)

IDXChannel - Saham emiten tambang emas menguat pada perdagangan Jumat (23/1/2026), bergerak berlawanan dengan pasar secara umum, seiring harga logam mulia acuan yang kembali menembus rekor tertinggi baru.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,17 persen ke 8.886 seiring kejatuhan saham-saham konglomerat yang berkaitan dengan narasi indeks MSCI. Pelemahan rupiah hingga aksi jual asing turut menjadi sentimen tambahan untuk indeks.

Baca Juga:
Kawasan Industri Deltamas (DMAS) Kini Gunakan Pusat Data Berbasis AI

Dengan ini, indeks acuan tersebut telah melemah tiga hari berturut-turut, menjauh dari level tertinggi sepanjang masa (ATH) di 9.174,47, yang disentuh pada perdagangan intraday 20 Januari 2026.

Sementara, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melesat 5,04 persen ke Rp6.225 per unit, disusul emiten pelat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 3,32 persen ke Rp4.360 per unit.

Baca Juga:
IHSG Turun 1 Persen di Tengah Kejatuhan Saham Konglo Prajogo Pangestu Cs

Kemudian, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 1,54 persen ke Rp3.290 per unit, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) 1,72 persen, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) 1,60 persen.

Selain itu, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkerek 1,03 persen dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 0,41 persen.

Baca Juga:
Saham BUMI-PTRO Jatuh Berhari-hari, Peluang Masuk MSCI Masih Terbuka?

Harga emas dunia melesat menembus level USD4.950 per troy ons pada Jumat pagi, mencetak rekor baru dan berada di jalur kenaikan mingguan terkuat sejak Maret 2020.

Penguatan ini ditopang oleh risiko geopolitik yang masih membayangi serta pelemahan dolar AS.

Mengutip Trading Economics, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah mengamankan akses permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.

Namun, rincian kesepakatan tersebut belum jelas, sementara Denmark kembali menegaskan kedaulatannya atas wilayah tersebut.

Trump juga membatalkan rencana penerapan tarif terhadap impor dari Eropa. Di sisi lain, Uni Eropa menyatakan akan menangguhkan langkah balasan yang sebelumnya disiapkan, meski tetap meminta kejelasan atas arah kebijakan Trump.

Dari sisi ekonomi, baik inflasi utama maupun inflasi inti PCE AS tercatat naik sesuai perkiraan. Data ini menunjukkan proses disinflasi masih berlanjut, meskipun aktivitas ekonomi tetap solid.

Pelaku pasar kini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini.

Investor juga menanti pilihan Trump untuk posisi ketua The Fed berikutnya, setelah ia menyelesaikan proses wawancara para kandidat.

Penunjukan sosok yang lebih dovish diperkirakan dapat semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satu Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Tiba di Posko DVI untuk Diidentifikasi
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
4 Drakor Romantis-Komedi Terbaru untuk Temani Akhir Pekan, Bisa Nonton di Netflix
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mulan Jameela Tiba-tiba Unggah Permohonan Maaf di Instagram, Netizen Bingung Ditujukan untuk Siapa
• 5 jam lalugrid.id
thumb
PM Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen Jepang, Pemilu Sela Digelar 8 Februari
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kualitas Udara Tergolong Sehat, Warga Bogor dan Badung Bebas Hirup Udara Segar
• 15 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.