Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto selesai menghadiri ajang World Economic Forum 2026 di Davos pada Kamis (22/1/2026). Kehadiran Prabowo menandai partisipasi Indonesia di ajang global tersebut setelah absen dalam 10 tahun terakhir.
Dalam WEF 2026 Davos, Prabowo mengikuti dua agenda penting, yakni pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dan sesi pidato khusus.
Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace Charter di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Penandatanganan piagam ini menandai dimulainya operasional Board of Peace (BoP) sebagai badan internasional baru yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam penandatanganan piagam tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban dunia serta mendorong penyelesaian damai konflik internasional. Hal ini sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Bagi Indonesia, partisipasi dalam Board of Peace memiliki makna strategis. Keikutsertaan ini dimaksudkan untuk menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-State solution), dan tidak berkembang menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
Baca Juga
- Potret Momen Hangat Prabowo Foto Bareng Zidane Sang Legenda Sepak Bola
- Di Hadapan CEO Global, Prabowo Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Kejutkan Dunia
- Pidato di WEF 2026 Davos, Prabowo Cerita Cara Genjot Kualitas Pendidikan RI
Melalui forum ini, Indonesia akan secara aktif menyuarakan posisi prinsipil terkait penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, pembukaan akses kemanusiaan, serta pemulihan tata kelola sipil Palestina. Kehadiran Indonesia juga diharapkan dapat menjadi penyeimbang moral dan politik agar proses rekonstruksi berjalan sesuai hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB.
"Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza," ujar Kepala Negara kepada awak media usai penandatanganan.
Penandatanganan piagam Board of Peace oleh Presiden Prabowo sekaligus menegaskan kepemimpinan Indonesia di tingkat global sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam diplomasi internasional serta sebagai salah satu suara penting dalam upaya menjaga stabilitas dan ketertiban dunia.
Board of Peace merupakan badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik. Pembentukan badan ini merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025).
Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) siang waktu setempat. ANTARA/Mentari Dwi Gayati
Pidato Prabowonomics di WEF 2026 DavosDalam pidatonya, Prabowo bercerita berbagai kebijakannya mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Sekolah Rakyat.
Pada awal pidato, Prabowo menjelaskan terkait dengan kondisi ketidakpastian global serta perang. Kemudian, Prabowo menjelaskan terkait dengan optimisme ekonomi Indonesia. Prabowo mengutip IMF bahwa Indonesia merupakan titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang.
Dunia, menuru Prabowo, menghadapi kondisi keuangan yang semakin ketat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik. Namun, Indonesia terus tumbuh.
"Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama dekade terakhir. Dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi. Inflasi kita tetap sekitar 2%. Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3% dari PDB kita," kata Prabowo saat berpidato World Economic Forum 2026 di Davos pada Kamis (22/1/2026).
Prabowo pun membeberkan sejumlah kebijakannya. Prabowo misalnya menjelaskan terkait pembentukan sovereign wealth fund (SWF) Danantara sebagai upaya memenuhi kebutuhan energi dan kekuatan masa depan Indonesia. Adapun, dana kelolaan atau asset under management (AUM) Danantara disebut mencapai US$1 triliun.
Presiden juga menjelaskan program MBG yang telah menyasar 59,8 juta penerima manfaat. dapun, Presiden menargetkan program MBG bisa memproduksi 82,9 juta porsi makanan setiap harinya kepada penerima manfaat pada tahun ini.
Di hadapan kepala negara dunia dan CEO global, Prabowo juga menjelaskan terkait dengan upaya pemerintah dalam mendongkrak kualitas pendidikan seperti dengan Sekolah Rakyat hingga renovasi sekolah.
Kemudian, Prabowo bercerita terkait dengan penegakan hukum. Di antara tantangan penegakan hukum adalah upaya pemberantasan korupsi. Prabowo menjelaskan bahwa pada masa pemerintahannya, telah diungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola minyak mentah.
Selain itu, Prabowo menjelaskan terkait dengan hilirisasi, upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi dengan membangun 10 universitas baru berstandar internasional, hingga terkait dengan koperasi.
World Economic Forum 2026 di Davos sendiri dihadiri para kepala negara, pemimpin pemerintahan, serta tokoh ekonomi global, dan menjadi panggung internasional pertama bagi Presiden Prabowo untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tingkat global.



