Pemimpin Rusia Vladimir Putin mengatakan ia masih mempertimbangkan undangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian.
IDXChannel - Pemimpin Rusia Vladimir Putin mengatakan ia masih mempertimbangkan undangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian.
Dilansir dari Politico pada Jumat (23/1/2026), komentar tersebut bertentangan dengan pernyataan Trump yang mengklaim Putin telah setuju untuk bergabung.
Berbicara dalam panggilan video dengan anggota Dewan Keamanan Rusia, Putin berterima kasih kepada Trump atas undangan pribadi tersebut.
"Kami selalu mendukung, dan terus mendukung, setiap upaya yang bertujuan untuk memperkuat stabilitas internasional," kata Putin.
Putin menambahkan bahwa ia telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk meninjau dokumen tersebut dan untuk berkonsultasi dengan mitra strategis Rusia.
Putin menekankan bahwa Dewan Perdamaian terutama akan fokus pada Timur Tengah, bukan Eropa di mana Rusia saat ini sedang berperang dengan Ukraina.
Ia juga menyarankan AS untuk memanfaatkan aset Rusia yang dibekukan sebagai pengganti pembayaran USD1 miliar yang harus dibayarkan oleh negara-negara yang ingin menjadi anggota permanen Dewan Perdamaian.
“Sisa aset beku kami dapat digunakan untuk rekonstruksi wilayah yang telah menderita akibat pertempuran,” kata Putin. (Wahyu Dwi Anggoro)




