Jakarta, VIVA – Belakangan ini, perhatian publik tertuju pada sosok Kezia Syifa, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berhijab yang diketahui bergabung dengan militer Amerika Serikat (AS). Kezia Syifa resmi menjadi bagian dari Maryland Army National Guard, sebuah fakta yang kemudian memicu perdebatan panjang di media sosial terkait kewarganegaraan, nasionalisme, hingga aturan hukum yang berlaku.
Menariknya, Kezia Syifa bukan satu-satunya WNI yang pernah berkarier di militer AS. Jauh sebelum namanya viral, publik sebenarnya sudah mengenal sosok Letnan Kolonel (Letkol) Rosita Aruan Orchid Baptiste, perempuan berdarah Batak yang berhasil meniti karier hingga menjadi perwira di militer AS.
Perjalanan hidup Letkol Rosita menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak selalu menjadi akhir dari mimpi. Rosita pernah bercita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia. Namun, tinggi badannya yang hanya 149 cm membuat keinginannya kandas karena tidak memenuhi syarat.
Gagal mewujudkan impian di Indonesia, takdir membawa Rosita ke Amerika Serikat. Di awal kepindahannya, mantan wartawan Warta Ekonomi ini sempat mencoba melamar pekerjaan di bidang jurnalistik. Sayangnya, minimnya pengalaman kerja di AS membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai latar belakangnya. Untuk bertahan hidup, Rosita bekerja sebagai kasir di Burger King dengan upah 6,25 dolar AS per jam.
Perjalanan Rosita berubah ketika suaminya, yang pernah bertugas di Angkatan Darat AS, menyarankan agar ia mencoba bergabung dengan militer. Rosita pun memberanikan diri mendaftar dan menemukan perbedaan besar dengan sistem rekrutmen di Indonesia.
“Mereka itu gak memandang tinggi badan, jenis kelamin,” kata Rosita yang dikutip dari VIVA pada Jumat, 23 Januari 2026.
Meski sempat gagal pada tes awal dengan nilai 29 dari batas minimal 31, Rosita tidak menyerah. Ia mempersiapkan diri lebih matang dan berhasil lolos pada ujian ulang sebulan kemudian. Karier militernya pun terus menanjak hingga ia ditugaskan ke berbagai negara, termasuk Jerman selama empat tahun, serta Kuwait dan Irak pada masa perang tahun 2005.
Latar belakang pendidikan Rosita sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara turut berperan dalam karier militernya.





