Pantau - Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Pembangunan saat ini telah memasuki tahap awal dengan progres empat unit rumah kopel yang sedang dikerjakan di atas lahan seluas kurang lebih dua hektare.
Dukung Pemulihan Pascabencana dengan Sinergi TNI–PolriWadanyon C Satuan Brimob Polda Sumut, AKBP Sarijo, menyampaikan bahwa keterlibatan Brimob bersama TNI bertujuan mempercepat proses fisik pembangunan serta memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tertata.
“Pembangunan huntara saat ini telah memasuki tahap awal dengan progres empat unit rumah kopel yang sedang dikerjakan di atas lahan seluas kurang lebih dua hektare,” ungkap Sarijo.
Ia menekankan pentingnya sinergisitas lintas sektor agar masa transisi dari darurat ke pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
“Keberadaan huntara diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang nyaman, sembari menunggu merampungkan pembangunan hunian tetap sebagai tempat tinggal jangka panjang,” jelasnya.
Brimob Polda Sumut telah hadir sejak awal bencana, mulai dari penyiapan lahan hingga pelaksanaan pembangunan huntara.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat terdampak bencana agar segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” lanjutnya.
Lahan Hunian Tetap Mulai DiratakanSelain pembangunan huntara, proses pemerataan tanah untuk pembangunan hunian tetap juga sedang berlangsung.
Lahan yang berlokasi tidak jauh dari huntara kini dalam tahap persiapan menggunakan alat berat jenis buldozer.
“Pembangunan huntara berjalan sesuai rencana serta kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana di wilayah itu,” ujar Sarijo.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah tanggap dan berkelanjutan dalam membantu pemulihan kehidupan warga pascabencana di Tapanuli Selatan.



