Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga perangkat smartphone hingga laptop mulai terlihat secara global tahun ini karena lonjakan biaya chip memori. Dampaknya akan membuat permintaan global pada gawai mengalami penurunan.
Di Inggris sendiri, perusahaan seperti Raspberry Pi hingga HP Inc menaikkan harga perangkatnya. Sementara perusahaan besar seperti Apple dan Dell menghadapi pilihan sulit yakni menanggung biaya dan mengorbankan margin atau membebankan kepada konsumen yang berisiko menekan permintaan.
Analis Emarketer, Jacob Bourne mengatakan produsen perangkat bisa saja menyerap sebagian biayanya. Namun ini tetap terlihat sebagai kenaikan harga karena skala kekurangan yang cukup besar.
"Ini akan mengakibatkan penjualan perangkat konsumen yang lesu tahun 2026. Akan jadi tantangan untuk perusahaan yang mencoba menjual produk di tengah inflasi yang lebih luas," dia menjelaskan, dikutip dari Reuters, Jumat (23/1/2026).
- Cara Mudah Lacak Lokasi Orang Lain Pakai Whatsapp
- Harga RAM di RI Sebulan Naik 4 Kali Lipat, Begini Dampaknya
- Takut Enggak Laku, HP China Bakal Makin Langka
Perusahaan riset IDC dan Counterpoint memperkirakan adanya penyusutan penjualan smartphone global hingga 2% tahun ini. IDC mengatakan pasar PC bakal menyusut 4,9% dalam periode yang sama.
Sementara untuk konsol, Trend Force mengungkapkan penjualannya bakal menurun 4,4%.
Masalah ini terjadi karena pasokan chip memori digunakan untuk membangun infrastruktur AI secara masif. Pada akhirnya mendorong kenaikan harga.
Produsen chip yakni Samsung, SK Hynix dan Micron mengaku kesulitan memenuhi permintaan yang ada.
Pada akhirnya, krisis ini hanya akan berdampak pada perusahaan besar. CEO Intel, Lip-Bu Tan mengatakan produsen perangkat yang besar akan mendapatkan lebih banyak chip dibandingkan bisnis yang lebih kecil.
"Mereka kekurangan memori, tidak bisa menyelesaikan produk," kata dia.
Harga gadget di RISaat kenaikan harga chip menghantam global, sejumlah perangkat mengalami kenaikan di Indonesia. Pantauan CNBC Indonesia, pada Selasa (20/1/2026), kenaikan terjadi kebanyakan pada ponsel Rp 1-2 jutaan dan sudah terjadi sejak pertengahan bulan ini.
Beberapa model yang mengalami kenaikan seperti vivo Y04S berkisar Rp 150-200 ribu dan Y21D senilai Rp 300-600 ribu, Realme range harga Rp 1-2 juta berkisar Rp 100-300 ribu, dan Oppo sebanyak Rp 200 ribu.
Seorang pegawai mengaku bahwa kenaikan harga ini berdampak pada pembeli yang memiliki budget Rp 1,5 juta. Karena ponsel range harga tersebut sudah mengalami kenaikan.
Hampir semua brand dan kelas laptop juga mengalami kenaikan. Seorang pegawai toko mengatakan kenaikan mencapai Rp 1-2 jutaan, serta Rp 3-4 juta untuk produk high-end.
Sebelumnya, vivo Indonesia memang mengakui adanya penyesuaian harga karena pertimbangan sejumlah faktor. Kebijakan ini tak diterapkan secara menyeluruh dan berbeda-beda pada tiap segmennya.
"Betul, beberapa product vivo akan ada penyesuaian harga yang merupakan hasil dari pertimbangan menyeluruh terhadap berbagai faktor, termasuk pengelolaan biaya komponen," kata PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara kepada CNBC Indonesia.
Asus juga melakukan penyesuaian harga pada kuartal I-2026 di Indonesia. Alasannya karena dinamika rantai pasok komponen global dan upaya menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk.
Penyesuaian harga akan dirasakan secara menyeluruh. Sebab kebijakan dilakukan pada seluruh kategori segmen laptop.
"Sehubungan dengan dinamika rantai pasok komponen global, Asus akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia," ujar Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia Brama Setyadi kepada CNBC Indonesia.
Memori DDR5 terbaru juga terpantau naik. Kisarannya mencapai Rp 1 jutaan, bahkan ada yang mencapai Rp 7 jutaan untuk yang lebih besar.
(dem/dem)



