REPUBLIKA.CO.ID, DAVOS -- Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menandatangani piagam pendirian Dewan Perdamaian yang diklaim untuk mendukung upaya gencatan senjata di Jalur Gaza pada Selasa (20/1/2026).
Penandatanganan dilakukan di hadapan Presiden AS Donald Trump serta para pemimpin dan perwakilan dari sejumlah negara yang mendukung pembentukan dewan tersebut.
Baca Juga
Menantu Trump: Pengusaha Real Estate Israel akan Rekonstruksi Gaza
MUI Kecam Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif Trump
Dewan Perdamaian Diteken, Warga Gaza Tetap Dibunuh Israel
“Penandatanganan tersebut berlangsung dalam acara resmi di sela-sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia 2026 yang diadakan di Davos,” demikian dikutip dari laporan Saudi Gazette, Jumat (23/1/2026).
Penandatanganan piagam oleh Pangeran Faisal mencerminkan dukungan Kerajaan terhadap inisiatif perdamaian yang dipimpin Presiden Trump serta menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk mendukung misi Dewan Perdamaian sebagai badan transisi yang bertugas mengakhiri konflik di Jalur Gaza, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Langkah ini juga menegaskan dukungan Kerajaan terhadap upaya membangun kembali Gaza serta memajukan perdamaian yang adil dan abadi dengan cara yang meletakkan dasar bagi peningkatan keamanan dan stabilitas bagi negara-negara serta rakyat di kawasan tersebut.
Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 juga dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam WEF 2026, Presiden Prabowo menyampaikan pidato khusus pada Kamis (22/1/2026), berbagi panggung dengan Presiden dan CEO WEF Børge Brende.
Selain Presiden Prabowo, WEF tahun ini juga dihadiri sejumlah pemimpin dunia, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, serta beberapa pemimpin lainnya.
Acara tahunan ini merupakan forum ekonomi yang mempertemukan para ahli dan pemimpin dunia untuk berdialog mengenai tantangan ekonomi saat ini dan masa depan.