“Memang sekarang Irfan nggak main bola lagi, tapi kita lihat aja nanti. Aku tetap support apa pun yang dia pilih, yang penting dia bahagia,” ungkap Jennifer Bachdim saat ditemui di kawasan TMII, Jakarta Timur, Kamis (22/01/2026).
Meski sumber penghasilan utama Irfan dari sepak bola sudah tidak lagi ada, Jennifer memastikan keluarga tetap stabil secara finansial. Ia mengandalkan aktivitasnya sendiri, termasuk endorsement, olahraga, dan bisnis yang dijalani secara profesional.
Jennifer menambahkan, fokus Irfan pada HYROX dan persiapan menjadi pelatih justru membuka peluang baru untuk penghasilan dan karier di bidang olahraga.
“Kalau soal ekonomi, kita fleksibel. Apapun yang dia mau lakukan, aku support. Kita jalani sambil lihat peluang yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perubahan karier Irfan bukan hal yang memberatkan, melainkan kesempatan untuk mengatur ulang prioritas keluarga dan memaksimalkan potensi di bidang baru.
“Ekonomi keluarga itu penting, tapi yang lebih penting lagi adalah keseimbangan hidup dan kebahagiaan anak-anak serta kita sebagai orang tua,” kata Jennifer.
Anak-anak mereka, Kenji, Kiyomi, dan Kiyoji, mulai aktif mengikuti aktivitas olahraga orangtuanya. Jennifer menyebut ini menjadi family activity yang positif sekaligus mendukung kesehatan dan kebersamaan.
“Anak-anak ikut lari karena melihat kita aktif. Jadi ini nggak cuma olahraga, tapi juga quality time yang menyenangkan,” jelas Jennifer.
Meskipun Irfan sudah tak bermain bola, Jennifer menekankan bahwa dukungan terhadap karier suami tetap ada. Ia percaya bahwa langkah baru Irfan akan membawa peluang dan stabilitas baru bagi keluarga.
“Kita tetap fleksibel dan terbuka untuk berbagai kesempatan. Hidup itu harus adaptif, termasuk soal pekerjaan dan ekonomi,” tambahnya.
Jennifer juga menyinggung pentingnya perencanaan keuangan keluarga agar tetap stabil meski ada perubahan aktivitas pekerjaan. Ia berusaha menyeimbangkan pengeluaran, investasi, dan kebutuhan sehari-hari.
“Yang penting, kita bisa tetap produktif dan kreatif, meski jalannya mungkin berbeda dari sebelumnya,” katanya.
Irfan pun menekankan bahwa fokus pada HYROX dan rencana menjadi pelatih bukan berarti mengurangi tanggung jawabnya terhadap keluarga. Ia ingin menjadi figur yang positif bagi anak-anak sekaligus membuka jalur karier baru.
Jennifer menutup perbincangan dengan menyatakan bahwa ekonomi keluarga tidak hanya soal uang, tapi juga soal kualitas hidup, kesehatan, dan kebahagiaan bersama.
“Selama kita bahagia, sehat, dan tetap produktif, ekonomi itu bisa diatur. Yang penting, anak-anak dan keluarga tetap jadi prioritas,” tutup Jennifer.(*)
Artikel Asli




