Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tekstil dan garmen PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp21 miliar sepanjang 2026.
Direktur Trisula Textile Heru Jatmiko menerangkan bahwa capex tersebut dianggarkan perseroan guna memenuhi kebutuhan peremajaan mesin hingga upaya mendigitalisasi proses produksi guna mengurangi beban.
“Untuk tahun 2026 ini kami berencana mengalokasikan capex sekitar Rp21 miliar. Alokasi ini mencakup restrukturisasi permesinan, digitalisasi proses, kemudian pengembangan dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi,” katanya dalam paparan publik BELL yang digelar Jumat (23/1/2026).
Selain itu, anggaran belanja modal itu juga akan mencakup pembukaan outlet ritel baru milik perseroan, yaitu JOBB dan Jack Nicklaus. Dia memastikan, seluruh rencana anggaran belanja modal akan dirancang sesuai dengan kapasitas arus kas perseroan.
Dari seluruh capex yang dianggarkan perseroan pada tahun ini, sebesar sekitar 70% disebut akan dialokasikan guna peremajaan mesin milik BELL. Terdapat sedikitnya 5–10% mesin yang akan diremajakan oleh perseroan guna mendorong efektivitas produksi.
Sementara sisanya akan digunakan untuk perluasan outlet atau gerai ritel milik perseroan.
“Namun tentunya capex tersebut, kami akan selalu melakukan feasibility study yang sangat mendalam untuk memastikan bahwa capex yang kami siapkan tahun ini betul-betul efektif,” tegasnya.
Adapun capex yang disiapkan BELL pada awal tahun ini mencerminkan penurunan dari dana yang dianggarkan perseroan untuk belanja modal pada periode 2024–2025. BELL pada 2024 mengalokasikan capex senilai Rp24 miliar dan senilai Rp30 miliar pada 2025.
Meskipun begitu, besaran capex ini tidak menurun signifikan dibandingkan alokasi capex pada 2022 dan 2023, yang masing-masing senilai Rp15 miliar dan Rp9 miliar.
Pada tahun ini, BELL juga berencana merilis produk baru, berupa kain hasil recycle. Produk ini nantinya akan dikhususkan untuk pasar ekspor yang diharapkan mampu mendorong pendapatan perseroan dengan lebih signifikan.
“Kemudian kain yang lebih stretch lagi, yang lebih diminati pasar, sedang kami develop supaya kami bisa dapatkan pangsa pasar di tahun 2026,” katanya.
Untuk diketahui, berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, penjualan neto BELL mencapai Rp426,35 miliar atau naik 18,61% year-on-year (YoY) dari Rp359,45 miliar pada 9 bulan 2024.
BELL membukukkan penjualan ekspor senilai Rp25,77 miliar pada periode ini, sementara penjualan lokal masih mendominasi senilai Rp373,93 miliar. Penjualan ekspor BELL tumbuh 10,74% YoY saat penjualan lokal terkoreksi 2,15% YoY.
Pada saat yang sama, beban pokok penjualan BELL mencapai Rp286,38 miliar dan beban usaha Rp111,87 miliar sepanjang 9 bulan 2025.
Alhasil, laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BELL mampu tumbuh tipis. BELL membukukan laba bersih Rp9,2 miliar per kuartal III/2025 atau lebih tinggi 4,96% YoY dari Rp8,78 miliar per 30 September 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




