Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sejumlah "kekuatan besar" dari armada angkatan laut AS sedang menuju ke wilayah Teluk, dengan Iran sebagai fokusnya. Para pejabat AS menambahkan bahwa kelompok serang kapal induk dan aset militer AS lainnya akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
"Kami mengawasi Iran," kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada hari Kamis saat ia terbang kembali dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dilansir Al Jazeera, Kamis, 22 Januari 2026.
"Kami memiliki kekuatan besar yang menuju ke Iran. Saya lebih suka tidak melihat sesuatu terjadi, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat," tegasnya
- AP Photo
Trump tidak menjelaskan detil maksud pengerahan kekuatan militer ke Teluk Persia itu. Ia hanya mengatakan "Dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya…"
"Kita memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu, untuk berjaga-jaga, kita memiliki armada besar yang menuju ke arah itu, dan kita akan lihat apa yang terjadi," tambahnya.
Pengumuman Trump tentang peningkatan kekuatan angkatan laut AS ini muncul setelah ia tampaknya menarik kembali ancamannya terhadap Iran pekan lalu, setelah menerima jaminan bahwa tidak akan ada eksekusi terhadap para demonstran yang dilakukan oleh Teheran.
Konfirmasi Trump tentang kelanjutan persiapan militer di kawasan tersebut menyusul laporan media AS dalam seminggu terakhir bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok kapal serangnya diperintahkan untuk mengalihkan manuver dari Laut China Selatan ke Timur Tengah.
Berbicara pada hari Kamis, Trump menegaskan kembali bahwa ancaman sebelumnya untuk menggunakan kekuatan terhadap Teheran telah menghentikan pihak berwenang di Iran dari mengeksekusi lebih dari 800 demonstran, dan ia kembali mengatakan bahwa ia terbuka untuk berbicara dengan kepemimpinan negara tersebut.
Para pejabat Iran telah membantah rencana untuk mengeksekusi orang-orang yang telah berpartisipasi dalam protes anti-pemerintah yang meluas yang dimulai pada akhir Desember, dan yang menurut media pemerintah Iran telah menewaskan 3.117 orang, termasuk 2.427 warga sipil dan anggota pasukan keamanan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5464155/original/029810500_1767681001-sinkhole.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)


