Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengadakan skrining kesehatan sebagai langkah penting dalam memantau kondisi kesehatan peserta secara rutin. Dengan program ini, peserta tidak hanya dapat mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang tepat dari fasilitas kesehatan.
Melansir dari Blog Amikom, Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) merupakan metode penyaringan awal untuk mengetahui potensi risiko penyakit peserta. Mulai 2026, program ini menjadi wajib bagi seluruh peserta.
SRK dilakukan melalui kuesioner digital yang mencakup pertanyaan seputar gaya hidup, riwayat penyakit pribadi, hingga riwayat kesehatan keluarga. Tujuan utama skrining ini adalah mengalihkan fokus layanan kesehatan dari pengobatan menjadi pencegahan.
Dengan data tersebut, BPJS Kesehatan dapat mengidentifikasi peserta dengan risiko rendah, sedang, atau tinggi terhadap penyakit yang berbiaya mahal sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
Baca Juga :
Begini Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBIKebijakan SRK BPJS Kesehatan 2026 menjadi penting untuk diterapkan guna mengatasi tingginya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dan penyakit jantung yang seringkali terdeteksi ketika sudah parah. Dengan kewajiban skrining, peserta dapat mengenali kondisi tubuhnya sendiri minimal satu kali setahun sehingga penanganan bisa lebih cepat.
Selain itu, data skrining juga membantu efisiensi pelayanan di fasilitas kesehatan. Dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dapat melihat profil risiko pasien sebelum pemeriksaan, sehingga diagnosis dan saran medis menjadi lebih tepat, akurat, dan personal.
Fungsi SRK bagi peserta
Berikut sejumlah keuntungan yang akan diperoleh peserta dengan melakukan SRK BPJS Kesehatan 2026:
1. Deteksi dini penyakit kronis Skrining membantu peserta mengetahui risiko diabetes, hipertensi, atau penyakit kronis lainnya sebelum gejala parah muncul.
2. Fasilitas pemeriksaan lanjutan gratis Peserta dengan hasil skrining 'Risiko Sedang' atau 'Risiko Tinggi' bisa mendapatkan pemeriksaan gula darah dan tensi di FKTP tanpa biaya.
3. Panduan gaya hidup Hasil skrining memberikan rekomendasi praktis kepada peserta untuk menyesuaikan pola hidup agar lebih sehat.
4. Pencegahan komplikasi Dengan deteksi awal, peserta dapat mencegah penyakit berkembang menjadi komplikasi serius seperti gagal ginjal atau stroke yang memerlukan biaya dan pengobatan jangka panjang.
Baca Juga :
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan 2026 Tidak NaikBerikut tata cara melakukan SRK secara online:
1. Melalui aplikasi Mobile JKN
- Unduh aplikasi Mobile JKN melalui Google Play Store atau App Store.
- Login dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kartu JKN dan password peserta.
- Pilih menu 'Skrining Riwayat Kesehatan' pada halaman utama aplikasi. Apabila tidak muncul silahkan tekan menu 'Lainnya'.
- Pilih nama peserta yang hendak melakukan skrining.
- Baca syarat dan ketentuan yang terlampir dan silahkan klik 'Setuju'.
- Lengkapi data berat badan dan tinggi badan terkini, lalu jawab seluruh pertanyaan kuesioner hingga selesai.
- Klik 'Simpan', maka hasil analisis risiko akan muncul di layar.
2. Melalui website BPJS Kesehatan
- Kunjungi website resmi SRK BPJS Kesehatan melalui https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining.
- Masukkan nomor kartu BPJS atau NIK Anda.
- Masukkan tanggal lahir dan ketik kode captcha yang muncul di layar.
- Klik tombol 'Cari Peserta'.
- Klik 'Setuju' pada formulir persetujuan setelah data terverifikasi.
- Jawab semua pertanyaan skrining dengan jujur.
- Simpan hasil skrining, bisa dengan screenshot sebagai bukti.
Kewajiban skrining BPJS Kesehatan 2026 mendorong peserta lebih sadar akan kesehatan diri dan memprioritaskan pencegahan. Program ini bertujuan membantu masyarakat mengantisipasi risiko penyakit serius sejak dini dan mendapatkan layanan yang lebih tepat. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)




