FAJAR, JAKARTA– Konflik antara Denada dan seorang pemuda asal Banyuwangi Ressa Rizki Rosano yang mengaku anak kandung sang penyanyi semakin runyam. Mediasi gagal. Pihak Ressa ancam bongkar masa lalu ibu satu anak tersebut di persidangan mendatang.
Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada menegaskan persidangan nantinya akan terbuka untuk umum. Sehingga, ada kemungkinan besar yang tersimpan rapat selama ini akan terkuak lebar ke publik.
“Kalau memang mereka sudah siap, insyaallah kami lebih siap. Tetap, mohon maaf ya, dalam koridor ini sampai membuka aib ke mana-mana, ya jangan salahkan saya. Karena sistem persidangan itu kan pastinya terbuka untuk umum,” bebernya.”
Menurutnya, Denada sebagai selebritas berkepentingan untuk melindungi privasinya melalui kesepakatan damai di ruang mediasi. Namun, lanjut dia, kesempatan itu diabaikan. Sehingga, pihaknya menilai pihak Denada sudah siap dengan segala risiko hukum maupun sosial yang akan timbul saat pemuktian dimulai.
“Tapi kalau memang mereka sudah gak ada itikad, berarti bisa disimpulkan bahwa pihak tergugat sudah siap untuk membedah perkara ini hingga sampai ke manapun di ruang publik. Berarti dia juga sudah siap untuk menanggung risikonya,” ucap Ronald.
Perkara ini bermula ketika Al Ressa Rizky Rossano mengaku sebagai anak kandung penyanyi Denada. Ia mengaku selama 24 tahun hidup tanpa mengetahui identitas ibu kandungnya yang sebenarnya. Ia tumbuh dengan keyakinan Denada hanya kakak sepupunya.
Selama ini, Ressa tinggal bersama adik Emilia Contessa di Banyuwangi. Perempuan yang seharusnya berstatus nenek itu merawatnya sejak bayi. Ressa mengaku tidak pernah mempertanyakan asal-usul dirinya. Fakta bahwa Denada adalah ibu kandungnya baru ia ketahui setelah Emilia Contessa meninggal dunia pada 27 Januari 2025.
Ia kemudian mengajukan gugatan terhadap Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025. Ia menuntut pengakuan sebagai anak biologis Denada serta pertanggungjawaban atas dugaan penelantaran selama 24 tahun. Dalam gugatan, Ressa menuntut ganti rugi sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran anak
Pernah Jadi Sopir Emilia Contessa
Ressa Rizky Rosano, mengaku sempat menjadi sopir pribadi bagi neneknya sendiri, almarhumah Emilia Contessa.
Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Ronald Armada, yang membeberkan selama bertahun-tahun tinggal bersama keluarga besar di Banyuwangi, Ressa Rizky harus bekerja secara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
“Ressa itu selama dengan Emilia Contessa itu juga kerja jadi sopirnya. Padahal yang disopiri Neneknya sebetulnya kan, digaji Rp 2,5 juta per bulan,” kata Ronald Armada dalam sambungan zoom, Kamis malam, 22 Januari 2026.
Ronald Armada menekankan, uang Rp2,5 juta yang diterima Ressa setiap bulannya murni merupakan upah hasil keringat, bukan uang nafkah pemberian orang tua. Hal ini menjadi poin dalam gugatan dugaan penelantaran anak yang mereka layangkan kepada Denada.
“Beda lho ya, kawan-kawan jangan menafsirkan seperti itu (sebagai nafkah). Itu konteksnya kan dia kerja kan? Dapat upah kan? Kalau nafkah, jangan dibebani anak itu kerja gitu kan. Kalau kerja ini kan upah itu,” tegas Ronald Armada.
Beban hidup Ressa Rizky semakin terasa berat karena upah sebagai sopir tersebut tidaklah cukup. Demi menutupi kekurangan tersebut, Ressa dikabarkan sampai harus mencari penghasilan tambahan.
“Rp2,5 juta, itu pun bayarannya juga kadang dibayar, kadang gak, disimpan dulu. Sekarang kawan-kawan nilai sendiri saja. Faktanya seperti itu, tidak saya tambahi dan tidak saya kurangi,” pungkasnya. (bs)




