Ini Sejumlah Keunikan “Sinkhole” Situjuah,  Potensial Menjadi Daya Tarik Wisata

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Hasil kaji cepat Badan Geologi menemukan sejumlah keunikan pada Sinkhole Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Salah satu keunikannya adalah sinkhole terjadi bukan di batu gamping atau karst, melainkan di material vulkanik atau endapan gunungapi.

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan, tim Badan Geologi telah melakukan peninjauan cepat terhadap kasus sinkhole atau lubang akibat tanah ambles di Jorong Tapi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, pada 9-11 Januari 2026. Hasil peninjauan dan analisis uji laboratorium mengungkap sejumlah fakta.

“Fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua adalah pseudokarst atau kars semu dan karena keunikannya maka Badan Geologi menamakannya Sinkhole Situjuah,” kata Lana, dalam siaran pers yang dikutip Kompas, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga”Sinkhole” di Sumbar, Air Keramat atau Air Biasa?
Baca Juga”Sinkhole” Muncul di Limapuluh Kota, Warga Khawatir Lubang Meluas

Sejumlah keunikan Sinkhole Situjuah, kata Lana, yaitu sinkhole terjadi di material vulkanik atau endapan gunungapi, bukan di batu gamping atau karst. Di bawah lubang, terdapat sungai bawah tanah yang membentuk rongga di material vulkanik (tuf lapili).

“Mekanisme utamanya karena erosi buluh yaitu erosi internal yang mengikis partikel tanah dan membentuk saluran-saluran atau ‘pipa’ alami,” ujar Lana. 

Keunikan lainnya, lubang sinkhole terisi air dan terlihat kesan warna biru pada air. Fenomena tersebut pada bentang alam karst disebut cenote. Kemudian, derajat keasaman air (pH) agak asam hingga netral.

Lana melanjutkan, ada dua faktor penyebab munculnya Sinkhole Situjuah, yaitu faktor air dan faktor stabilitas tanah. Dari faktor air, penyebabnya adalah suplai air yang melimpah (dari hujan dan air tanah) yang terus menerus mengalir. Kekuatan air tanah mengikis tanah dari dalam secara perlahan.

Adapun dari faktor stabilitas tanah, kata Lana, jenis tanah di daerah terbentuknya sinkhole, yaitu tuf/abu vulkanik, mudah terkikis air. Ada jalur retakan-retakan di dalam tanah yang mempermudah proses erosi buluh. Kemudian, perubahan tekanan rongga di bawah ambang batas toleransi sehingga tidak kuat menahan beban di atasnya.

Menurut Lana, mekanisme terjadinya sinkhole tersebut bermula dari sungai di atas permukaan lapili tuf yang kemudian mengalami pengendapan di atas lapili tuf dari aktivitas vulkanik seiring waktu geologi. Kemudian, terjadi proses erosi buluh (soil piping) pada sungai lama.

Baca JugaFenomena ”Sinkhole” di Lima Puluh Kota Tarik Pengunjung dari Berbagai Daerah
Baca JugaTerus Keluarkan Air, Apakah ”Sinkhole” di Limapuluh Kota Bisa Jadi Danau?

Selanjutnya, terbentuk rongga yang membentuk sungai bawah tanah yang semakin membesar seiring waktu geologi. Secara paralel, terbentuk retakan vertikal dan lubang vertikal di permukaan tanah hingga tersambung ke sungai bawah tanah. 

“Gabungan faktor pemicu dari air yang mengganggu faktor stabilitas litologi mempercepat terjadinya sinkhole,” kata Lana.

Sinkhole Situjuah, kata Lana, masih mungkin melebar terutama ke arah tenggara-barat laut. Perkiraan sementara jarak aman dari tepi sinkhole adalah 17 meter ke arah barat daya-timur laut dan 30 meter ke arah tenggara-barat laut.

Adapun peluang kemunculan sinkhole baru masih ada. Walakin, karakternya tidak terjadi secara massal dan bersifat setempat-setempat. Biasanya muncul di sepanjang jalur sungai bawah tanah.

“Sebagian wilayah Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka yang berada di barat daya Sinkhole Situjuah lebih rentan daripada sebagian wilayah Nagari Situjuah Batua yang berada di timur laut Sinkhole Situjuah,” kata Lana. 

Terkait penanganan Sinkhole Situjuah, Badan Geologi memberikan dua opsi, yaitu pertama, dibiarkan terbuka dan melebar alami atau, kedua, dicegah agar tidak melebar. 

Baca Juga”Sinkhole" Muncul Lagi di Maros
Baca JugaAir ”Sinkhole” Limapuluh Kota Mengandung ”E coli”, Harus Dimasak Sebelum Diminum

Untuk opsi pertama, sinkhole tidak ditutup, tetapi mesti dihitung kestabilan lubang dan ditentukan radius aman secara detail dan terukur. Kemudian, air dibiarkan mengalir keluar melalui saluran drainase dan air tidak dibiarkan meresap kembali ke tanah sekitar sinkhole.

“Alirkan air ke bagian stabil seperti sungai di hilir atau manfaatkan untuk kebutuhan air baku warga dengan catatan dikaji rinci kelayakan airnya,” ujar Lana.

Untuk opsi kedua, dicegah agar tidak melebar, diperlukan bantuan ahli teknik sipil untuk memperkuat tebing dengan rekayasa teknis. Perlu dihitung dan direncanakan pula jumlah air yang boleh lewat di sungai bawah tanah agar tidak mengganggu kestabilan di hulu dan hilir sinkhole.

Sinkhole Situjuah memiliki keunikan yang dapat dijadikan destinasi wisata edukasi, asalkan sudah dipastikan keamanannya dan ada pengaturan jarak aman untuk pengunjung serta ada edukasi tentang fenomena geologi,” kata Lana. 

Baca JugaDesa Wisata Nglanggeran dan Umbul Ponggok Siap Sambut Normal Baru
Baca JugaTaman Bumi Kaldera Toba, Keajaiban Geologi di Sumatera Utara yang Menanti di Libur Natal dan Tahun Baru

Badan Geologi juga mengimbau agar masyarakat tidak percaya dengan isu air sinkhole berkhasiat karena berdasarkan uji laboratorium air ini sama dengan air yang sering dijumpai sehari-hari.

Air berwarna biru, misalnya, adalah fenomena alam—bukan hal mistis—yang terjadi karena partikel-partikel kecil atau zat terlarut di dalam air menghamburkan panjang gelombang warna biru yang ditangkap mata manusia.

“Laporkan jika menemukan gejala gejala awal sinkhole. Jaga jarak aman dari sinkhole yang sudah ditetapkan Badan Geologi. Ikuti arahan dari pemerintah dan ahli geologi,” ujar Lana.

Fenomena sinkhole muncul di sawah masyarakat di Jorong Tapi, Nagari Situjuah Batua, Minggu (4/1/2026) pagi. Fenomena ini muncul setelah sawah itu kering berbulan-bulan. 

Diameter lubang yang muncul mulanya hanya sekitar 2 meter dan digenangi air keruh. Namun, pada Minggu (4/1/2026) malam diameter lubangnya meluas hingga lebih dari 10 m dan airnya meluber, lalu mengenangi sawah lainnya. Kejadian langka ini menarik pengunjung dari berbagai daerah di Sumbar dan provinsi sekitar (Kompas.id, 10/1/2026). 

Kualitas air di sinkhole tersebut semakin jernih dari hari ke hari. Pengunjung yang mulanya datang hanya untuk melihat kejadian unik ini, kemudian mulai mengambil air itu untuk dibawa pulang. Warga menyebutnya ”air telaga sawah luluih” atau berarti air telaga sawah ambles. Airnya bening dan sejuk.

Akan tetapi, hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumbar menyebutkan, air dari Sinkhole Situjuah mengandung bakteri E coli dan Coliform. Air tidak aman dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu (Kompas.id, 12/1/2026).

Baca JugaMemberdayakan Warga Lewat Wisata di Umbul Ponggok
Baca Juga”Keroyokan” di Desa Nglanggeran

Fungsional penyelidik bumi Dinas ESDM Sumbar, Dian Hardiansyah, menyebut, tingkat PH dari air sinkhole itu 5,4. Adapun normalnya PH untuk air minum berkisar 6-7. ”Artinya, air dengan PH 5,4 itu agak asam, tetapi masih aman untuk dikonsumsi dengan catatan harus dimasak,” katanya (Kompas.id, 10/1/2026).

Jorong Tapi, Salmi, Jumat (23/1/2026), mengatakan, luas lubang memang terus bertambah dari hari ke hari meski tidak semasif kondisi di awal. Diamater Sinkhole Situjuah kini sekitar 14-15 m.

“Lubang dibatasi garis kuning dan dipagar dengan bambu supaya orang tidak masuk. Sebab, potensi runtuh dan melebarnya lubang masih ada,” kata Salmi.

Terkait pengunjung, Salmi menyebut, jumlahnya turun signifikan dibanding awal kejadian. Paling banyak dalam sehari sekitar 100 orang. Sebelumnya, jumlah pengunjung ratusan orang setiap hari.

“Meski jumlahnya jauh menurun, antusiasme pengunjung masih ada, terutama orang yang belum pernah melihat langsung,” ujarnya.

Salmi menambahkan, pengunjung masih ada yang mengambil air sinkhole untuk dibawa pulang. Namun, petugas di lokasi terus mengingatkan agar air dimasak bila hendak dikonsumsi supaya tidak menimbulkan gangguan kesehatan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kurs Rupiah Menguat ke Rp16.820, Tekanan Global Mulai Mereda?
• 4 jam lalumerahputih.com
thumb
Perkuat Diplomasi Investasi, Prabowo Sambangi Paviliun Indonesia Usai Hadiri WEF 2026
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Rencana Gila Liga Arab Saudi di Bursa Transfer Musim Panas: Datangkan Salah dan Vinicus Sekaligus
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Banggakan Danantara Indonesia, Punya Aset 1 Triliun Dolar AS
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Emas Cetak Rekor di Atas USD4.900, Perak-Platinum Kian Melaju
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.