Harga Emas Cetak Rekor di Atas USD4.900, Perak-Platinum Kian Melaju

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Harga emas menembus level USD4.900 per troy ons untuk pertama kalinya pada Kamis (22/1), ditopang berlanjutnya ketegangan geopolitik hingga pelemahan dolar.

Harga Emas Cetak Rekor di Atas USD4.900, Perak-Platinum Kian Melaju. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas menembus level USD4.900 per troy ons untuk pertama kalinya pada Kamis (22/1/2026), ditopang berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Pada saat yang sama, harga perak dan platinum juga mencetak rekor tertinggi baru.

Baca Juga:
Saham Konglomerat BUMI, DEWA, hingga PTRO Jatuh, Antisipasi MSCI?

Emas spot melesat 2,17 persen ke posisi USD4.936,07 per troy ons, usai menembus rekor tertinggi di USD4.940,88 per troy ons.

Indeks dolar AS (DXY) melemah 0,4 persen, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

Baca Juga:
Prabowo Singgung Greedynomics dalam Forum WEF Davos, Apa Itu?

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan ketegangan geopolitik, pelemahan dolar, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed tahun ini merupakan bagian dari tren makro de-dolarisasi yang terus mendorong permintaan emas.

Mengutip dari Reuters, dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyebut telah mengamankan akses penuh dan permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.

Baca Juga:
Rama Indonesia Berencana Caplok 59 Persen Saham Dua Putra (DPUM)

Kepala NATO menyatakan para sekutu perlu meningkatkan komitmen terhadap keamanan kawasan Arktik guna menangkal ancaman dari Rusia dan China.

Namun, rincian kesepakatan tersebut masih belum jelas, sementara Denmark menegaskan kedaulatannya atas Greenland tidak untuk diperdebatkan.

Dari sisi data ekonomi, laporan terbaru Personal Consumption Expenditures (PCE) AS menunjukkan belanja konsumen meningkat pada November dan Oktober, menandai kuartal ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan yang kuat.

Pasar memperkirakan bank sentral AS memangkas suku bunga dua kali masing-masing 0,25 poin persentase pada paruh kedua tahun ini, kondisi yang meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Grant menambahkan, koreksi jangka pendek dipandang sebagai peluang beli. Menurutnya, level USD5.000 per ons sudah terlihat dekat, dan setelah itu proyeksi Fibonacci di USD5.187,79 per ons dinilai masuk akal.

Di pasar lain, perak spot melonjak ke rekor USD96,58 per troy ons.

Analis Pasar Senior Tradu, Nikos Tzabouras, menilai perak memiliki narasi fundamental yang lebih kuat dibanding emas. Meski bukan aset cadangan seperti emas, perak tetap diuntungkan oleh arus safe haven dan pelemahan dolar.

Sementara itu, platinum spot naik 4,6 persen ke rekor USD2.601,03 per ons, sedangkan palladium menguat 3,3 persen ke USD1.900,59 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Lagi Strong, Emas ASEAN Para Games Terus Nambah
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Jokowi Dijadwalkan Beri Wejangan di Rakernas PSI Makassar
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Polisi Tangkap 2 Pria yang Berciuman Saat Pesta di Kelab Malam Cirebon
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Isyarat Lepas Inara Rusli, Insanul Fahmi Kini Minta Maaf ke Mawa dan Mertua, Janji Mau Perbaiki Akhlak
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Polda Metro Jaya Buka Peluang Mediasi Terkait Laporan Dokter Oky Pratama
• 15 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.