Kata Pengamat Terkait Pernyataan Ahmad Ali Soal Gibran Capres Terbaik 2029: Dia Sedang Menikmati Bulan Madunya dengan PSI

fajar.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Manuver politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak bergabungnya Ahmad Ali makin gesit.

Terbaru, Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, kembali mendengungkan Wapres Gibran Rakabuming Raka sebagai figur capres terkuat di Pilpres 2029.

Merespons pernyataan Ahmad Ali, Pengamat Komunikasi Politik, Attock Suharto menyebut hal itu biasa saja.

“Pernyataan Ahmad Ali itu biasa saja, tidak perlu dirisaukan karena itu pernyataan seorang politisi yang sedang menikmati bulan madunya bersama PSI,” kata Attock kepada Fajar.co.id, Jumat, (23/1/2026).

Menurutnya, statemen itu tidak lepas dari posisi Ahmad Ali sekarang yang menjadi antitesa politik dari NasDem yang sedang merapat ke kekuasaan.

“Apakah Gibran menjadi calon kuat atau tidak, tergantung pada hasil pemilu 2029, mungkin saja kuat jika PSI berhasil menang pemilu, tapi juga bisa sebaliknya jika PSI kalah lagi maka tentu pernyataan AA tentu tidak relevan,” jelasnya. 

Sebelumnya, Ahmad Ali menyebut Gibran berpotensi menjadi kompetitor kuat di kontestasi Pemilihan Presiden 2029. 

“Bisa menjadi kompetitor. Kompetitor yang cukup kuat menurut saya,” kata Ahmad Ali dalam Podcast Gaspol.

Dia seolah menganggap Gibran sebagai capres terbaik. “Kalau saya sih sederhana saja, emang ada calon presiden lebih baik dari pada Gibran,” ungkap mantan politisi NasDem ini.

Ahmad Ali dikenal sebagai salah satu politisi nasional yang cukup menonjol dalam satu dekade terakhir. Ia lama berkiprah di Partai NasDem, partai yang turut membesarkan namanya di tingkat nasional.

Di NasDem, Ahmad Ali pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Anggota DPR RI selama beberapa periode, aktif dalam isu-isu strategis nasional, termasuk politik pemerintahan dan kebijakan publik.

Sebagai legislator, Ahmad Ali dikenal vokal dalam menyampaikan pandangan politik, baik terkait kinerja pemerintah maupun dinamika partai politik. Posisi strategisnya di NasDem membuatnya kerap tampil sebagai salah satu juru bicara tidak resmi partai dalam berbagai isu nasional.

Namun, dinamika politik internal dan perbedaan pandangan strategis mendorong Ahmad Ali mengambil langkah besar dengan meninggalkan Partai NasDem. Keputusan tersebut menandai berakhirnya kiprah panjangnya di partai besutan Surya Paloh itu.

Ahmad Ali kemudian memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepindahan ini dinilai sebagai langkah politik yang signifikan, mengingat perbedaan karakter antara NasDem sebagai partai mapan dan PSI yang dikenal sebagai partai generasi muda dengan semangat pembaruan.

Di PSI, Ahmad Ali diproyeksikan membawa pengalaman politik nasional, jejaring legislatif dan elite, dan penguatan posisi PSI dalam kontestasi politik nasional.

Kepindahan Ahmad Ali ke PSI juga dibaca sebagai upaya partai tersebut untuk memperluas basis dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan politik yang semakin dinamis.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
3 Brand Apparel Running Lokal Favorit teman kumparan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
PBJ Pemprov Sulsel Diakui LKPP RI Sangat Baik, Gubernur Sudirman Ungkap Ini
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Nvidia, Amazon, Crowdstrike dan Cloudflare Tertarik Tanam Duit ke RI
• 4 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Trump Klaim Amerika Serikat Akan Miliki Akses Penuh ke Greenland
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hujan Deras Picu Longsor di Depok, Pemkot Kerahkan DPUPR
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.