Madura, tvOnews.com - Diduga alami kebocoran kapal tongkang Indo Ocean Marine kandas di perairan Pulau Gili Iyang, Sumenep, Madura. Saat ini tumpahan minyak memenuhin perairan yang mengancam kerusakan biota laut.
Aktivis pecinta alam, Suprayitno mengatakan bahwa ribuan ton minyak CPO (Crude Palm Oil) yang tumpah dikategorikan berbahaya dan dipastikan mencemari perairan disekitarnya.
"Minyak sawit memang bukan minyak bumi meski terbuat dari tumbuhan. Tumpahan CPO ini sangat mengancam wilayah laut di Sumenep, khususnya di Pulau Gili Iyang," ungkapnya.
Suprayitno juga menghitung beberapa ancaman akibat tumpahan CPO. Diantaranya kualitas air laut menurun karena CPO membentuk lapisan minyak di permukaan yang menghambat masuknya cahaya matahari. Akibatnya oksigen terlarut turun sehingga ikan bisa lemas dan mati.
“Dampak yang sekarang terasa akan merusak ekosistem pesisir, seperti mangrove bisa membusuk, dan endapannya minyak dapat menyebabkan bau busuk dan menimbulkan racun alami. Sebab, CPO yang terurai akan menghasilkan asam lemak bebas, gas berbau menyengat (H₂S), air jadi keruh hitam kecokelatan,” jelasnya.
Suprayitno juga menyebutkan peristiwa ini akan berdampak kepada nelayan karena ikan-ikan akan semakin menjauh dari lokasi tumpahan minyak. Menurut seorang nelayan, Rahmat, dirinya beserta warga lainnya khawatir dengan tumpahan CPO yang akan menurunkan hasil tangkap ikan mereka.
"Kami takut lingkungan laut kami tercemar. Semoga ada solusi secepatnya karena kami menggantungkan hidup dari hasil laut," ujar Rahmat.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari otoritas pemerintah, Polres Sumenep hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep. (vaf/ias)




