Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Pasar Obligasi dan Rencana Pemilu

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bank Sentral Jepang (BOJ) menahan suku bunga acuan pada Jumat (23/1/2026), sesuai ekspektasi pasar.

Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Pasar Obligasi dan Rencana Pemilu. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Bank Sentral Jepang (BOJ) menahan suku bunga acuan pada Jumat (23/1/2026), sesuai ekspektasi pasar.

Dilansir dari Euronews, keputusan ini diambil di tengah gejolak pasar obligasi Jepang dan rencana pemilu parlemen bulan depan.

Baca Juga:
DPR Jepang Resmi Bubar, Pemilu Digelar 8 Februari

Bulan lalu, bank sentral Jepang menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,75 persen, level tertinggi dalam 30 tahun, dalam upaya menormalkan kebijakan fiskal setelah era panjang suku bunga mendekati nol atau negatif.

Keputusan untuk menunda kenaikan suku bunga memungkinkan ekonomi Jepang untuk mencerna kenaikan suku bunga pada Desember, tetapi hal itu tidak sepenuhnya mengatasi kekhawatiran yang mengguncang pasar global minggu ini, khususnya seputar utang nasional Jepang dan ketidakstabilan politik.

Baca Juga:
Jepang Alami Defisit Perdagangan 5 Tahun Beruntun

Pekan ini, obligasi Jepang mengalami penurunan tajam, dengan imbal hasil obligasi 40 tahun melampaui angka empat persen untuk pertama kalinya sejak 2007. Imbal hasil obligasi 30 tahun juga mencatat rekor.

Pemicu aksi jual tersebut adalah pengumuman Perdana Menteri Sanae Takaichi bahwa pemilihan umum sela akan diadakan pada 8 Februari, dan janji untuk menangguhkan pajak konsumsi atas makanan selama dua tahun, dalam upaya untuk menarik pemilih.

Baca Juga:
Jepang Aktifkan Kembali PLTN Terbesar di Dunia meski Tuai Protes

Pendapatan tahunan dari pajak tersebut sekitar lima triliun yen. Dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Jepang yang termasuk tertinggi di dunia, prospek pemotongan pajak menjadi isu kontroversial.

Takaichi juga mengumumkan paket pengeluaran sekitar 21,5 triliun yen, yang semakin memicu kritik atas kebijakan fiskalnya. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Merah Total, Harga Kripto Bitcoin dan Tether Turun Drastis
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Banjir di Karawang Kembali Naik, Ribuan Rumah Terendam
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Tegaskan Investasi SDM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Siswa Boleh Belajar di Rumah Selama Hujan Deras di Jakarta
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Bos LPS Buka Suara Soal Independensi BI dan Sinergi KSSK
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.