Cerita teman kumparan soal Kenangan Sepatu Lari Pertama

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bagi pemula, membangun rutinitas lari adalah pekerjaan yang menantang. Mulai dari mengatur napas, menyesuaikan langkah, sampai menjaga konsistensi, semuanya butuh proses yang nggak instan.

Di tahap awal itulah, sepatu lari punya peran cukup besar dalam membentuk pengalaman berlari. Sepatu yang nyaman bisa membantu kaki cepat beradaptasi, sekaligus menjaga semangat supaya aktivitas lari tak menjadi sebuah beban.

Lebih dari itu, menurut laman UCSF Health, sepatu lari yang tepat dapat melindungi kaki dari benturan dan membantu mengurangi risiko cedera saat berlari, lho. Karena itu, pilihan sepatu di awal sering kali berpengaruh pada performa dan kenyamanan lari ke depannya.

Karena alasan-alasan itu, sepatu lari pertama kerap meninggalkan kesan yang sulit dilupakan bagi runner. Beberapa teman kumparan pun punya cerita dan kenangan tersendiri soal sepatu pertama mereka. Penasaran seperti apa kisahnya? Yuk, simak cerita lengkapnya di bawah ini.

Cerita teman kumparan Pakai Sepatu Lari Pertama

teman kumparan Raka (27) bercerita bahwa sepatu lari pertama yang pernah ia pakai adalah Adidas Duramo. Di balik pilihan itu, ternyata ada cerita sederhana yang cukup membekas di ingatannnya.

“Waktu itu (alasan) pilihnya simpel banget, cuma karena lagi diskon dan katanya cocok buat pemula. Nggak terlalu mikir spek, yang penting enak dipakai lari pagi,” ujarnya.

Buat Raka, Adidas Duramo punya peran yang cukup penting bagi proses larinya, lho. Sepatu inilah yang membawanya ikut ajang 5K fun run pertamanya. Meski pace masih pelan dan badan gampang capek, rasa bangga bisa sampai finish tetap nggak tergantikan.

Di sisi lain, ada pelajaran penting yang Raka tangkap dari pengalaman tersebut. Menurutnya, sebelum memutuskan upgrade ke sepatu baru, nggak ada salahnya lebih teliti dalam memilih agar kaki tetap nyaman dan nggak cepat pegal.

Di lain pihak, Dimas (38) memilih Asics GT-2000 sebagai sepatu perdananya saat mulai serius berlari. Meski jadi sepatu pertama, Dimas nggak asal beli, karena ia lebih dulu melakukan riset kecil-kecilan sebelum menjatuhkan pilihan.

Fokus utama Dimas waktu itu adalah kenyamanan. Jadi, ia rajin membaca ulasan, membandingkan beberapa opsi, dan bertanya ke teman-teman yang lebih dulu hobi lari.

Brand sepatu asal Jepang inilah yang akhirnya menemani Dimas beradaptasi dalam rutinitas larinya. “Sepatu ini (Asics GT-2000 ) nemenin fase adaptasi, dari lari sebentar sampai akhirnya bisa konsisten tanpa cedera,” katanya.

Cerita lainnya juga datang dari teman kumparan Andi (24) yang memilih Skechers Go Run sebagai sepatu lari pertamanya. Sebagai pemula, Andi mengaku nggak terlalu banyak pertimbangan saat membeli sepatu tersebut.

“Jujur aja waktu itu belum ngerti lari, yang penting empuk dan nggak bikin kaki sakit,” ucapnya. Fokus Andi saat itu cuma satu, yaitu mulai hidup lebih sehat.

Dari sepatu pertamanya itu, Andi makin sadar kalau prinsip “mulai aja dulu” memang penting banget. Walaupun teknik belum sempurna dan kondisi belum ideal seperti atlet profesional, menurutnya yang terpenting adalah berani melangkah dan konsisten menjalaninya.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemendagri Tekankan Hilirisasi Riset Jadi Kunci Penguatan Inovasi Daerah
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Di Medan Terjal, Agam Rinjani Ikut Bantu Pencarian dan Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 Sejak Kemarin
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Banjir Sebabkan Macet Parah di Jakarta, Polisi Sebut Tiga Titik Paling Krusial Ini
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Braga vs Nottingham Forest, Gagal Penalti dan Gol Bunuh Diri Warnai Kekalahan Forest
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bursa Saham Eropa Naik Tajam Usai Trump Tarik Ancaman Tarif dan Isu Greenland
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.