Di tengah puing-puing bencana yang menyisakan lumpur, debu, dan rasa lelah, sosok prajurit TNI hadir membawa lebih dari sekadar seragam loreng. Di berbagai titik terdampak bencana di wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya, mereka turun langsung ke lapangan, membaur dengan warga, dan bekerja tanpa banyak bicara.
Keandalan personel TNI terlihat nyata, bukan hanya saat membangun kembali infrastruktur, tetapi juga ketika menjalani peran-peran kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dari pantauan di lapangan terkini, Jumat (23/1), di Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, personel TNI tampak bahu-membahu membersihkan rumah warga, termasuk rumah milik Sitompul. Lumpur yang mengendap dibersihkan perlahan, sementara di sudut desa yang sama, Masjid Subulul Ubudyah dicat ulang. Sentuhan warna baru itu seolah menjadi simbol harapan bagi warga agar bisa kembali beribadah dengan nyaman.
Tak jauh dari sana, anggota TNI dengan sepatu boot dan cangkul terlihat membersihkan SMP Swasta Fransiskus di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Progres pekerjaan telah mencapai 93 persen, menandakan semangat pantang menyerah dari para prajurit.
Kegiatan serupa juga dilakukan di SDN 152981 Tukka 1A dan 1B di Kecamatan Tukka. Selain pembersihan, pengecatan dilakukan agar sekolah kembali layak digunakan.
Di lokasi lain, tepatnya di Desa Purba Sinamba, Kecamatan Padang Bolak, TNI bahkan memperbaiki papan lantai jembatan gantung yang menjadi akses vital warga. Bagi masyarakat, jembatan itu bukan sekadar bangunan, melainkan urat nadi aktivitas sehari-hari.
Tak hanya urusan fisik, TNI juga mengurusi perut warga. Dapur-dapur umum berdiri di beberapa titik, seperti di Desa Tilang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, dan di halaman Kantor Camat Batang Toru. Dengan cekatan, prajurit memotong bawang, meracik bumbu, dan memasak untuk warga.
Suasana dapur terasa hangat, penuh canda, terutama saat mereka berinteraksi dengan ibu-ibu setempat. Di Ran Durlap Mabes TNI di Desa Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, pemandangan serupa terlihat, prajurit yang biasanya tegas kini tampak humanis.
Peran TNI juga merambah ke layanan kesehatan. Di pemukiman warga terdampak bencana di Desa Hutagodang dan tenda pengungsian Desa Batu Hula, personel TNI melayani pemeriksaan kesehatan layaknya suster sebagai tenaga medis. Mereka memeriksa keluhan warga dengan alat kesehatan seadanya, namun dengan kepedulian penuh.
Kehadiran TNI di tengah bencana bukan hanya memberi rasa aman, tetapi juga membangkitkan semangat warga untuk bangkit. Di Sumatra Barat dan wilayah sekitarnya, perjuangan prajurit ini menjadi bukti bahwa TNI selalu siap hadir, bekerja, dan berjuang bersama rakyat dalam masa-masa tersulit.
Pembersihan Sekolah hingga Masjid Dipercepat, Aceh Berangsur PulihBegitu juga di Aceh. Di tengah lumpur sisa-sisa banjir yang melanda Aceh, para prajurit TNI bersama masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan endapan tanah dan sampah menggunakan sekop.
Di beberapa lokasi, prajurit TNI mengoperasikan gergaji mesin untuk memotong batang-batang kayu besar yang terbawa arus deras hingga ke area fasilitas publik. Berbagai fasilitas publik, mulai dari jalan raya, selokan, masjid, hingga sekolah dibersihkan.
Upaya pemulihan difokuskan pada fasilitas publik. Sekolah-sekolah misalnya, ruang-ruang kelas dibersihkan, dirapikan secara bertahap.
Di Aceh Tamiang, personel TNI dikerahkan untuk membersihkan TK Desa Pengidam, SDN Sungai Liput, TPQ Nurul Qolby Desa Tanjung, hingga parit Dusun Jaya Baru.
Lalu di Bireuen, TNI membantu pembersihan SDN 3 Pante Gajah dan SMKN 1 Peusangan. Mereka juga membantu membersihkan rumah-rumah warga Dusun Teuping Ara.
Kemudian di Pidie Jaya, pembersihan dilakukan di Pondok Pesantren Al Bayan Desa Manyang Cut, SD Meunasah Raya, Kantor Keucik Blang Cut, dan Kantor Keucik Kecamatan Meurah Dua.
Para personel TNI juga bergotong royong dengan warga untuk membersihkan Desa Pertik di Gayo Lues, Desa Jambak di Aceh Barat, SD 11 Desa Tebuk di Aceh Tengah, rumah-rumah warga Desa Bundar di Aceh Tenggara, serta fasilitas umum Desa Uning Gelime di Bener Meriah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan bahwa pemulihan fasilitas umum menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascabencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
"Saya minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah, juga puskesmas, rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali," kata Prabowo dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, awal tahun ini.
Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses pemulihan berlangsung cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar keselamatan, guna menjamin masyarakat terdampak bencana di Sumatra dapat kembali beraktivitas dengan aman, lancar, dan normal secepat mungkin.



