JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukanlah program populis. Melainkan, langkah rasional untuk menghemat uang.
“Ini bukan program populis. Ini adalah program rasional untuk menghemat uang,” kata Prabowo dalam World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.
BACA JUGA:Demi Gaza, Menlu Sugiono Ungkap Alasan Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Trump
BACA JUGA:Wilujeng Sumping Layvin Kurzawa Bikin Bobotoh Tersenyum, Federico Barba Dipastikan Bertahan di Persib
Menurut Prabowo, deteksi dini penyakit akan menekan biaya pengobatan dalam jangka panjang.
Dengan masyarakat yang lebih sehat, negara dapat mengurangi beban pembiayaan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Dengan mendeteksi penyakit pada tahap awal, kita akan menghemat jauh lebih banyak dalam jangka panjang untuk biaya pengobatan,” jelas Prabowo.
"Ini sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas," sambungnya.
BACA JUGA:Indonesia Gabung Board of Peace, Prabowo Yakin Gaza Menuju Perdamaian
BACA JUGA:16 Ruas Jalan Tergenang Banjir Jakarta Hari Ini, Hindari Srengseng Raya hingga Cipinang Indah
Lebih lanjut, Prabowo menyebut hingga saat ini sudah ada 70 juta masyarakat yang menerima cek kesehatan gratis.
"Hari ini, 70 juta rakyat Indonesia menerima pemeriksaan kesehatan (medical check-up) gratis. Dan mereka akan menerima pemeriksaan kesehatan gratis sekali setahun seumur hidup mereka. Dan ini akan meningkat ke seluruh anak-anak dan orang dewasa Indonesia," imbuhnya.


