Sebanyak 3.000 keluarga mengungsi imbas banjir yang mencapai 2 meter di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Pengungsi terdiri atas bayi hingga para lanjut usia (lansia) ini tersebar di 10 titik pengungsian.
"Pengungsi sudah tersebar di beberapa titik, ada yang di kantor desa, gedung umum, banyak juga titiknya. Sementara ini tersebar di 10 titik, itu yang terdeteksi," kata Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik HN, saat dihubungi detikcom, Jumat (23/1/2026).
"Banyak lansia, banyak bayi. Untuk yang dibutuhkan saat ini adalah makanan siap saji atau makanan yang bersifat instan. Kebutuhannya untuk bayi atau lansia, belum ada bantuan dari pihak mana pun," imbuhnya.
Taufik menyebut ribuan orang diungsikan sejak banjir melanda Desa Sukamekar pada Kamis (22/1). Saat ini banjir belum surut dan proses evakuasi masih berlangsung.
"Sejak kemarin mereka sudah mengungsi. Ini sebenarnya banjir yang kedua dan ini yang lebih parahnya banjir kedua, yang sekarang. Banjir pertama itu kan hari Minggu dan Senin, kemudian surut. Kemudian banjir lagi hari Kamis dan hari ini, dan ini yang terparah," kata Taufik.
Berada di Antara Dua SungaiTaufik menyebut banjir hari ini merupakan imbas dari luapan Kali CBL. Dia khawatir terjadi banjir tambahan akibat luapan Kali Bekasi yang juga mengalir di Desa Sukamekar.
"Yang dikhawatirkan ini sekarang potensi banjir dari Kali Bekasi, karena banjir hari ini dan kemarin itu (akibat) luapan Kali CBL. Nah, sekarang Kali Bekasi ada potensi meluap juga, jadi ada kemungkinan bertambah tinggi ini banjirnya," kata Taufik.
"Karena memang geografis Desa Sukamekar itu diapit dua sungai. Kali CBL sama Kali Bekasi, nah di tengah tengahnya itu Desa Sukamekar," imbuhnya.
(sol/lir)



