Produksi Tembaga dan Emas Freeport Anjlok Hampir 50% Sepanjang 2025

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatatkan produksi tembaga secara konsolidasi sebesar 1,01 miliar pound sepanjang 2025. Realisasi tersebut anjlok 43,88% dibandingkan realisasi produksi tembaga pada 2024, yakni 1,80 miliar pound.

Sejalan, penjualan tembaga PTFI turun 26,38% menjadi 1,20 miliar pound sepanjang 2025. Realisasi tahun sebelumnya mencapai 1,63 miliar pound.

Produksi emas PTFI juga anjlok 49,46% pada 2025. Tercatat, produksi emas sepanjang 2025 mencapai 937.000 ounce, jauh lebih rendah dibanding 2024 yang sebesar 1,86 juta ounce.

Adapun, penjualan emas PTFI sepanjang 2025 mencapai 1,05 juta ounce. Angka ini juga turun 42,31% dibanding 2024, yakni 1,81 juta ounce.

Presiden dan Chief Executive Officer FCX Kathleen Quirk mengatakan, penurunan produksi tembaga dan emas PTFI tak lepas dari penghentian sementara tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Papua Tengah.

Adapun, penghentian tambang tersebut tak lepas dari insiden longsor yang terjadi pada September 2025. Dia pun memproyeksi tambang GBC kembali beroperasi pada tahun ini

Baca Juga

  • Freeport Tak Kunjung Ajukan Perpanjangan Kontrak, Begini Progresnya
  • Rosan Sebut Pemda Papua Berpeluang Tambah Kepemilikan Saham Freeport
  • Kaleidoskop Minerba 2025: Gaduh Tambang Raja Ampat hingga Insiden Longsor Freeport

"Dampak dari penghentian sementara operasi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave sejak September 2025, yang diharapkan akan dimulai kembali pada kuartal kedua tahun 2026," ucap Quirk melalui pernyataan resminya, dikutip Jumat (23/1/2026).

Dia pun optimistis volume produksi dan penjualan tembaga serta emas PTFI kembali naik pada 2026. Dia memerinci, volume penjualan konsolidasi dari PTFI diperkirakan mencapai sekitar 0,9 miliar pound tembaga dan 0,8 juta ounce emas untuk 2026.

"Berdasarkan perkiraan saat ini, sekitar 78% penjualan tembaga PTFI dan 75% penjualan emas PTFI pada tahun 2026 diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun tersebut, mencerminkan pengaktifan kembali dan peningkatan bertahap tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang dimulai pada kuartal II/2026," ucap Quirk.

FCX pun mencatat estimasi cadangan konsolidasi yang dapat dipulihkan per 31 Desember 2025 mencapai 24,22 miliar pin tembaga dan 20 juta ounce.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan sangat lebat berpotensi guyur Jakarta hingga 24 Januari 2026
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Yakin Eks Menpora Dito Penuhi Panggilan Terkait Kasus Kuota Haji
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov Jatim segera bangun bronjong Sungai Lubawang Situbondo
• 19 menit laluantaranews.com
thumb
Banjir Genangi Jakarta Pagi Ini, Transjakarta Stop dan Alihkan Sejumlah Rute
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ekonomi RI Buat Kaget Dunia - Harga Minyak Mendidih Usai AS Ancam Iran
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.