Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat akan melakukan pengerukan sedimentasi dan pembangunan bronjong di tepi Sungai Lubawang, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela meninjau rumah warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Jumat petang.
"Tadi kami lihat ada titik-titik Sungai Lubawang ada sedimentasi-sedimentasi yang perlu dilakukan pengerukan," kata Khofifah kepada wartawan di Situbondo.
Selain pengangkatan endapan lumpur dan pasir maupun sampah di sungai yang meluap dan menerjang ribuan rumah warga itu, lanjutnya, akan segera membangun bronjong di tepi sungai tersebut untuk mengendalikan erosi dan menstabilkan tanah.
Khofifah juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mempersiapkan pipa-pipa saluran air untuk mengaliri areal persawahan di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur.
"Nanti juga akan disiapkan pipa untuk pengairan sawah-sawah desa ini, karena ini kan sudah memasuki musim tanam," katanya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo serahkan bantuan korban banjir. Jumat (23/1/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Bantuan Pemprov Jawa Timur dalam penanganan banjir di Kabupaten Situbondo, yakni kompor 100 Unit, sembako 100 paket, kidsware 100 paket, siap saji 50 paket,, lauk pauk 50 peket, tambahan gizi 50 paket, selimut 100 pcs, paket kebersihan 100 unit, terpal 100 pcs, peralatan memasak 100 paket, pakaian pria dan wanita masing-masing 50 pcs, dan pakaian untuk lansia 100 pcs.
Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, merupakan salah satu desa paling parah terdampak banjir bandang. Sebanyak 440 unit rumah di daerah itu, sebagian besar mengalami rusak berat.
Baca juga: Bertahan di kala banjir bandang menerjang
Baca juga: Pemkab Situbondo dirikan dapur umum untuk korban banjir bandang
Baca juga: Pemkab Situbondo: Rumah terdampak banjir bandang capai 6.328 unit
Selanjutnya, dampak terparah banjir bandang di desa lainnya yang masih dalam satu kecamatan, yakni Desa Kalianget, dengan rumah terdampak sebanyak 246 unit.
Terdampak banjir luapan air Sungai Lubawang lainnya adalah di Kecamatan Besuki yang menimpa 5.425 rumah, tersebar di Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah dan Desa Besuki 2.306 rumah.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela meninjau rumah warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Jumat petang.
"Tadi kami lihat ada titik-titik Sungai Lubawang ada sedimentasi-sedimentasi yang perlu dilakukan pengerukan," kata Khofifah kepada wartawan di Situbondo.
Selain pengangkatan endapan lumpur dan pasir maupun sampah di sungai yang meluap dan menerjang ribuan rumah warga itu, lanjutnya, akan segera membangun bronjong di tepi sungai tersebut untuk mengendalikan erosi dan menstabilkan tanah.
Khofifah juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mempersiapkan pipa-pipa saluran air untuk mengaliri areal persawahan di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur.
"Nanti juga akan disiapkan pipa untuk pengairan sawah-sawah desa ini, karena ini kan sudah memasuki musim tanam," katanya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo serahkan bantuan korban banjir. Jumat (23/1/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Bantuan Pemprov Jawa Timur dalam penanganan banjir di Kabupaten Situbondo, yakni kompor 100 Unit, sembako 100 paket, kidsware 100 paket, siap saji 50 paket,, lauk pauk 50 peket, tambahan gizi 50 paket, selimut 100 pcs, paket kebersihan 100 unit, terpal 100 pcs, peralatan memasak 100 paket, pakaian pria dan wanita masing-masing 50 pcs, dan pakaian untuk lansia 100 pcs.
Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, merupakan salah satu desa paling parah terdampak banjir bandang. Sebanyak 440 unit rumah di daerah itu, sebagian besar mengalami rusak berat.
Baca juga: Bertahan di kala banjir bandang menerjang
Baca juga: Pemkab Situbondo dirikan dapur umum untuk korban banjir bandang
Baca juga: Pemkab Situbondo: Rumah terdampak banjir bandang capai 6.328 unit
Selanjutnya, dampak terparah banjir bandang di desa lainnya yang masih dalam satu kecamatan, yakni Desa Kalianget, dengan rumah terdampak sebanyak 246 unit.
Terdampak banjir luapan air Sungai Lubawang lainnya adalah di Kecamatan Besuki yang menimpa 5.425 rumah, tersebar di Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah dan Desa Besuki 2.306 rumah.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482018/original/080904500_1769155010-b0db4398-038e-4906-93a8-9a8bb17baf56.jpeg)

