Jangan Iri pada Kehidupan Orang Lain

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Ada sebuah perumpamaan yang menarik:  

Babi berkata: “Kalau aku bisa hidup sekali lagi, aku ingin menjadi sapi. Meski kerjanya lebih berat, namanya baik dan disayangi manusia.”

Sapi menjawab: “Kalau aku bisa hidup lagi, aku ingin menjadi babi. Makan lalu tidur, tidur lalu makan, tak perlu bekerja keras, hidup serasa dewa.”

 Elang berkata: “Kalau aku bisa hidup lagi, aku ingin menjadi ayam. Saat haus ada air, saat lapar ada pakan, ada tempat tinggal dan dilindungi manusia.”

 Ayam pun berkata: “Kalau aku bisa hidup lagi, aku ingin menjadi elang. Bisa terbang tinggi, menjelajah langit dan bumi, bebas ke mana saja.”

Fenomena ini cukup menarik—seolah-olah keindahan selalu berada di tempat lain.

Kita sering kali tanpa sadar mengagumi apa yang dimiliki orang lain: pekerjaan mereka, rumah baru teman, mobil orang lain, dan sebagainya. Namun kita sering lupa satu hal penting—diri kita sendiri juga merupakan objek yang diam-diam dikagumi oleh orang lain.

Sesungguhnya, manusia memang hidup dalam lingkaran saling mengagumi. Ada orang yang sering berkhayal, suatu hari bangun tidur dan tiba-tiba menjadi orang lain. Barangkali karena kita terlalu sadar akan kekurangan hidup sendiri, maka kita menjadikan kehidupan yang tampak lebih “sempurna” sebagai tolok ukur dan pembanding.

Padahal, di dunia ini tidak ada kehidupan yang benar-benar sempurna. Orang-orang yang kita iri-kan itu pun sedang menanggung beban dan kesulitan mereka sendiri. Setiap keluarga memiliki masalahnya masing-masing. Sifat manusia yang penuh gengsi membuat kita hanya menampilkan sisi gemilang kepada orang lain—siapa yang benar-benar tahu apa yang tersembunyi di balik kemilau itu?

Sering kali, apa yang kita dapatkan selalu sebanding dengan apa yang harus kita tanggung. Setiap hal seperti koin bermuka dua: ada sisi terang, pasti ada sisi gelap.

Manusia—terutama perempuan—sering suka membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya, “membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuat hati tersiksa.” 

Padahal, tak ada salahnya membandingkan diri dengan diri sendiri:
– Apakah aku hari ini lebih baik dari kemarin?
– Apakah aku semakin mendekati tujuan yang kuharapkan?

Berilah diri sendiri dorongan dan semangat. Katakan, “Aku bisa menjadi lebih baik.” Bisa jadi, saat kamu sedang iri pada orang lain, orang lain justru sedang iri padamu.

Tentu saja, ada orang-orang yang memang layak kita kagumi. Namun bukan semata-mata karena mereka memiliki lebih banyak, melainkan karena mereka pandai mengelola kehidupan.

Kita iri pada orang lain karena kita mendambakan kesempurnaan dan ingin hidup lebih baik. Namun sering kali kita mengabaikan satu fakta: kondisi setiap orang berbeda, dan kehidupan orang lain tidak mungkin sepenuhnya kita tiru. Yang bisa kita lakukan adalah belajar dari kelebihan mereka untuk memperbaiki kekurangan kita sendiri.

Daripada hanya memandang kebahagiaan orang lain, lebih baik memperhatikan bagaimana mereka mengelola kebahagiaan. Daripada iri pada keberuntungan orang lain, lebih baik meneladani proses kerja keras yang mereka jalani.

Berhentilah iri pada kehidupan orang lain. Hitunglah dengan jujur segala anugerah yang telah diberikan kepadamu—kamu akan menyadari bahwa apa yang kamu miliki jauh lebih banyak daripada apa yang tidak kamu miliki.

Adapun bagian yang kurang itu, meski tak selalu menyenangkan, tetaplah bagian dari hidupmu. Terimalah dan perlakukan dengan baik. Dengan begitu, hidupmu akan terasa jauh lebih ringan dan lapang.

Karena itu, sungguh tak perlu iri pada orang lain. Jagalah apa yang sudah kamu miliki, pahami apa yang benar-benar kamu inginkan— hanya dengan begitu, kita bisa meraih kebahagiaan yang sejati. (jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
UI dan Hyundai bangun ekosistem riset otomotif nasional
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Hujan Sangat Lebat Bakal Terjadi di Jakarta Hingga 24 Januari2025
• 13 jam lalumerahputih.com
thumb
Menko Airlangga Tanda tangani Kerja Sama Ekonomi Strategis RI-Inggris
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Bangun 100 Gudang Baru, Bulog Bidik Laba Rp 2,5 Triliun
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Hindari Pemotor Tiba-Tiba Belok, Truk Bermuatan Cat Terguling di Jalur Pantura Cirebon
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.