EtIndonesia. Sebuah lokasi perkemahan di kawasan gunung berapi di bagian utara Selandia Baru dilanda longsor pada Kamis (22/1/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada 21 Januari malam. Insiden ini menyebabkan sejumlah orang dilaporkan hilang. Karena masih ada risiko pergerakan tanah dan bebatuan di lokasi kejadian, upaya penyelamatan menghadapi hambatan.
Menurut laporan AFP, lokasi kejadian berada di kaki Gunung Maunganui, sebuah gunung berapi yang sudah tidak aktif di Pulau Utara Selandia Baru. Longsor menghantam area perkemahan, termasuk fasilitas kamar mandi dan beberapa kendaraan karavan. Wilayah tersebut sebelumnya diguyur hujan lebat.
Longsor terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat dan menghantam karavan, mobil, tenda, toilet, kamar mandi, serta kolam air panas di area taman.
Rekaman media setempat menunjukkan bahwa area fasilitas sanitasi di perkemahan kaki Gunung Maunganui hancur dan tertimbun material longsor.
Pejabat penyelamat darurat menyatakan bahwa mereka sempat mendengar suara dari bawah tumpukan puing-puing.
Wakil Komisaris Polisi, Tim Anderson, mengatakan kepada media di lokasi kejadian: “Mereka sedang melakukan penyelamatan, sementara tanah dan bebatuan masih terus bergerak.” Ia menambahkan, “Saya tidak dapat menyebutkan jumlah pasti, namun jumlahnya kurang dari 10 orang.”
Menteri Penanggulangan Keadaan Darurat, Mark Mitchell, mengkonfirmasi bahwa di antara orang-orang yang hilang terdapat seorang anak perempuan. Menurut Radio Selandia Baru, kemungkinan masih ada anak-anak lain yang belum diketahui keberadaannya.
Tim penyelamat telah mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban yang terjebak dalam longsor.
Mitchell mengatakan bahwa para ahli geologi akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap gunung tersebut, dan area itu hanya akan dibuka kembali setelah dinyatakan aman.
Wali Kota Tauranga, Mahé Drysdale, menyatakan bahwa situasi terus berubah. “Kami sedang mencocokkan daftar semua orang yang terdaftar… kami belum mengetahui angka pastinya,” ujarnya.
“Idealnya, area kamar mandi adalah yang paling mengkhawatirkan, namun di dekatnya juga terdapat sebuah karavan dan beberapa tenda,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sebagian orang meninggalkan lokasi perkemahan tanpa melapor kepada pihak berwenang, dan orang-orang yang tidak terdaftar keluar tersebut termasuk di antara mereka yang kini dinyatakan hilang.
Sumber : NTDTV.com




