Arista Group melalui PT Arista Auto Elektrindo menambah daftar pilihan mobil listrik niaga dengan memperkenalkan Farizon SV.
CEO Farizon Auto International Company, Cook Xue mengungkapkan Indonesia sebagai salah satu pasar penting bagi Farizon. Terlebih, saat ini ekosistem elektrifikasi di Tanah Air mulai terbentuk.
"Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami. Farizon SV dirancang untuk langsung digunakan dalam operasional bisnis, dengan menawarkan efisiensi, keandalan, serta nilai ekonomis jangka panjang," kata Cook Xue saat peluncuran Farizon di Jakarta Selatan, Jumat (23/1).
Secara global, Farizon dikenal sebagai merek kendaraan niaga listrik nomor satu di Tiongkok segmen commercial EV. Di negara asalnya China, Zhejiang Farizon New Energy Commercial Vehicle Group merupakan anak usaha Geely Holding Group.
Sepanjang 2025, Farizon mencatat penjualan kumulatif lebih dari 160 ribu unit dengan pangsa pasar teratas sejak 2020.
Model-model yang ditawarkan Farizon juga sudah digunakan secara luas di berbagai negara untuk mendukung kebutuhan logistik dan mobilitas komersial lintas sektor industri.
Cook Xue menjelaskan, Farizon memiliki portofolio produk yang terbagi ke dalam lima kategori utama, mulai dari truk berat, truk ringan, truk kecil, van, hingga bus.
Secara spesifikasi, Farizon SV ditujukan untuk kebutuhan transportasi penumpang dan mobilitas komersial berkapasitas besar. Kendaraan ini mengusung konfigurasi 16 kursi dengan ruang kabin lega dan tata letak ergonomis.
Dari sisi desain, Farizon SV mengusung konsep tanpa pilar B yang memudahkan akses keluar-masuk kabin. Desain tersebut diklaim tetap mempertahankan kekuatan struktur bodi sesuai standar keselamatan Eropa.
Pada sektor teknologi dan keselamatan, Farizon SV dibangun di atas arsitektur GXA-M milik Geely Global Modular Architecture. Struktur bodinya memadukan material aluminium dan baja berkekuatan tinggi.
"Farizon hadir bukan sebagai konsep, melainkan sebagai solusi nyata yang siap digunakan oleh pelaku usaha di Indonesia," ujar Director PT Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny Ng.
Lebih lanjut, Ronny menjelaskan, kendaraan ini dibekali hingga 30 fitur keselamatan dan sistem bantuan berkendara. Beragam fitur tersebut mencakup sistem pengereman, kontrol stabilitas, hingga fitur bantuan aktif untuk penggunaan operasional.
Dari sisi performa, Farizon SV mengandalkan motor listrik bertenaga hingga 227,9 dk dengan torsi puncak 336 Nm. Kombinasi ini dirancang untuk menghadirkan respons cepat sekaligus efisiensi dalam penggunaan harian.
Selain itu, Farizon SV juga dibekali dengan fast charging CCS2 dengan kapasitas 140 kW. Pengisian pengisiadari 20 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu 36 menit.
Sekali dicas, pabrikan mengeklaim mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer. Sehingga bisa menghemat waktu saat melakukan perjalanan.
Soal harga, Farizon SV dipasarkan dengan banderol Rp 698 juta OTR Jakarta. Selain itu, pabrikan juga membuka keran pemesanan Farizon SV melalui jaringan dealer Farizon Arista di Tebet dan Bandung.
“Kolaborasi ini merupakan komitmen Arista Group untuk menghadirkan kendaraan niaga listrik yang relevan dengan kebutuhan operasional bisnis saat ini,” tuntas Ronny.





