FAJAR.CO.ID, SAMPANG — SDN Batuporo Timur 1, Sampang, viral setelah video yang menunjukkan sekolah tersebut sepi tanpa siswa dan dipenuhi rumput liar.
Di saat jam sekolah, sejumlah guru justru terlihat bersantai, membuat kopi, dan menonton musik.
Meski tanpa aktivitas belajar, sekolah ini dilaporkan tetap menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 63 porsi per hari, yang dinilai merugikan negara.
Selain itu, dari 8 guru yang terdaftar di Dinas Pendidikan, hanya 4 orang yang rutin hadir di sekolah.
Sekolah yang terletak di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, itu kini berada di ujung tanduk. Bakal ditutup permanen setelah viral diketahui tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara normal meski tetap menerima MBG.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Nor Alam, mengaku kecewa berat usai memanggil kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik untuk klarifikasi.
Dari hasil pemanggilan tersebut, terungkap bahwa sejumlah kejanggalan serius yang mencoreng wajah dunia pendidikan telah terjadi.
“Faktanya, siswa hanya masuk sekolah satu hari dalam seminggu, tepatnya setiap hari Jumat,” ujar Nor Alam dengan nada kesal, pada Kamis (22/1/2026).
Mirisnya, pada hari-hari lainnya para siswa justru mengikuti pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta yang berlokasi tidak jauh dari gedung SDN Batuporo Timur 1. Kondisi tersebut diduga merupakan dampak lanjutan pola pembelajaran masa pandemi yang tak pernah dibenahi.
“Ini sisa pola pasca pandemi. Saat itu siswa tidak masuk sekolah, dan setelah pandemi selesai, mereka justru berlanjut sekolah di MI,” ungkapnya, dikutip dari laman Berita Baru.
Meski secara faktual sekolah nyaris tanpa aktivitas, data administrasi kependudukan siswa seperti Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) masih tercatat resmi di SD tersebut. Hal itu membuat data Dapodik tetap terlihat valid meski kondisi di lapangan sebaliknya. (bs-sam/fajar)





