Waron Hospital menjawab tantangan kemajuan teknologi di dunia kesehatan dengan memperkenalkan Robotic Surgery, sebagai standar baru layanan kesehatan.
Inovasi ini hadir tidak hanya untuk menjawab tantangan zaman, tapi sekaligus menekan angka pasien yang memilih berobat ke luar negeri.
Dalam konferensi pers yang digelar di Waron Hospital, Jumat (23/1/2026), dr Nikolas Dwi Susanto M.Kes Hospital Director Waron Hospital menegaskan bahwa integrasi teknologi ini adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan keahlian dokter-dokter spesialis di Surabaya.
Menurutnya, dengan menghadirkan teknologi ini layanan para dokter ahli akan semakin optimal untuk pasien.
“Kami yakin dokter-dokter di Surabaya sebenarnya sudah sangat ahli di bidangnya masing-masing. Namun, jika tidak dibekali sistem atau alat canggih yang mengoptimalkan layanan mereka, maka akan sia-sia. Pasien akan tetap memilih berobat ke luar negeri,” katanya, pada suarasurabaya.net.
Waron Hospital menghadirkan teknologi terbaru dan pertama di Surabaya yakni, Robotic Surgery, yang akan digunakan untuk melayani pasien di Surabaya hingga Indonesia Timur. Foto: Akira suarasurabaya.netDengan hadirnya teknologi robotik ini, Waron Hospital sekaligus berkomitmen memberikan dukungan terbaik bagi para ahli medis untuk melayani pasien dari Surabaya khususnya, hingga ke wilayah Indonesia Timur.
Lebih jauh, Jimmy Surjadarma Branch Manager idsMED Eastern Indonesia menerangkan kalau teknologi robotic surgical system ini merupakan inovasi terbaru dalam sistem bedah minimal invasif.
Alat ini, lanjutnya, memberikan keuntungan signifikan baik bagi dokter maupun pasien.
“Keuntungan dari sisi dokter, mereka akan terbantu dengan visualisasi yang optimal. Sehingga, dokter akan mendapatkan pandangan yang lebih jelas dan detail pada area operasi. Selain itu, kontrol tindakan operasi juga lebuh stabil dan akurat,” jelasnya.
Sementara dari sisi pasien, Jimmy menyebut kalau risiko komplikasi dan pendarahan dapat ditekan karena sayatan jauh lebih kecil.
“Juga pasien akan merasa lebih nyaman dan proses pemulihan pasca-operasi menjadi lebih singkat,” imbuhnya.
Untuk saat ini, kata Jimmy, penggunaan robotic surgery bisa diaplikasikan di beberapa kasus seperti, ginekologi, urologi, bedah digestif, torasik, hingga bedah umum lainnya.
Adapun untuk menanggapi keraguan masyarakat terhadap keamanan teknologi terbaru ini, dr. Niko menegaskan bahwa bedah robotik sudah menjadi prosedur standar di banyak negara maju.
“Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih aware bahwa layanan standar internasional ini sekarang sudah hadir di Surabaya. Masyarakat kini bisa mengakses informasi dengan mudah mengenai tingkat keberhasilan prosedur ini di dunia,” tegasnya.
Hadirnya teknologi ini, lanjut dr Niko, semakin memperkuat posisi Waron Hospital yang memegang teguh tiga prinsip utama pelayanan yakni, Clinical Excellence (Keunggulan Klinis), Service Excellence (Keunggulan Layanan), dan Integrasi Teknologi.
“Dengan integrasi teknologi ini, kami menegaskan komitmen untuk mendukung dokter expert di Surabaya agar Waron Hospital bisa menjadi standar baru layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” tutup dr. Niko.(kir/iss)


