Unilever (UNVR) Bakal Gelar RUPSLB, Angkat Direktur Baru

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) bakal menggelar RUPSLB untuk mengangkat direktur baru. 

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa UNVR akan dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2025 di Kabupaten Tangerang. 

Dalam RUPSLB tersebut, Unilver Indonesia mengusung dua mata acara. Pertama, persetujuan atas rencana perubahan susunan direksi perseroan.

Kedua, persetujuan atas pendelegasian kepada dewan komisaris untuk menyetujui setiap perubahan, penambahan, penghapusan dan/atau penyesuaian ketentuan dalam peraturan dana pensiun perseroan yang berdampak pada perubahan pendanaan sepanjang tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Merujuk pemanggilan RUPSLB yang dipublikasikan Jumat (23/1/2026), agenda perubahan susunan direksi UNVR digelar sehubungan dengan pengunduran diri Enny Hartati dan Vandana Suri dari jabatannya masing-masing selaku direktur perseroan. 

“Rapat akan membahas mengenai usulan pengangkatan Nurdiana Darus selaku direktur perseroan yang baru,” tulis manajemen UNVR. 

Baca Juga : Menanti Kebangkitan Saham Unilever (UNVR) Sanggup Menuju Rp3.000?

Pada perkembangan lain, Unilever Indonesia tengah dalam tahap untuk melepas bisnis teh perseroan dengan merek Sariwangi ke perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Djarum milik orang terkaya di Indonesia.

Divestasi bisnis itu dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement /BTA) pada Selasa (6/1/2026). Penandatanganan itu dilakukan Unilever bersama pembeli, yaitu PT Savoria Kreasi Rasa.

Kedua belah pihak menyepakati harga senilai Rp1,5 triliun untuk mengalihkan bisnis teh Unilever. Harga divestasi ini disepakati di luar pajak yang berlaku.

“Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Presiden Direktur Unilever Benjie Yap dalam keterbukaan informasi, Rabu (7/1/2026).

Manajemen Unilever menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha Unilever. Nantinya, penyelesaian transaksi direncanakan terlaksana pada 2 Maret 2026.

Unilever Indonesia Tbk. - TradingView

Sebaliknya, penjualan bisnis teh itu dinilai memungkinkan Unilever untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Tanah Air dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam jangka pendek.

“Serta berfokus pada bisnis inti perseroan yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang,” katanya.

Adapun nilai transaksi ini disebut mencerminkan 45% dari ekuitas Unilever berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2025. Besaran aset Sariwangi juga mencerminkan 2,5% terhadap total aset perseroan.

Sementara itu, laba bersih Sariwangi disebut berkontribusi 3,1% terhadap laba bersih perseroan. Terhadap top line, Sariwangi disebut memiliki pendapatan 2,7% dibandingkan dengan pendapatan usaha UNVR.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Pamer Gedung Pencakar Langit dan Industri Minyak Dalam Master Plan Setelah Usir Warga Gaza
• 8 jam laludisway.id
thumb
Putusan Sela: Khariq Anhar Mahasiswa Unri Bebas di Kasus Penghasutan Demo
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Celios nilai Danantara jadi kunci pidato "Prabowonomics" di WEF
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Disdik DKI Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Cuaca Ekstrem
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Mengenal Dewan Perdamaian yang Dibentuk Trump, Ini Tugas dan Tujuannya
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.