Kala Para Bocah Nikmati Banjir dan Berbagi Jalan dengan Kendaraan di Daan Mogot

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Banjir belum juga surut di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (23/1) sore. Kendaraan masih terjebak, berjalan perlahan ke arah Cengkareng.

Ruas-ruas jalan yang biasanya penuh kendaraan kini kosong, tergenang air. Tapi, ada penguasa baru di ruas itu.

Mereka adalah anak-anak yang riang bermain di genangan-genangan air. Di bawah langit abu-abu dan rintik gerimis, sekelompok bocah ini berlarian, saling menyiram, dan berteriak gembira, mereka seakan lupa bahwa jalan yang mereka pijak adalah salah satu jalur sibuk di Jakarta Barat, bahkan Jakarta.

Mereka seolah tak peduli, di sebelah sisi jalan yang lain mungkin saja para pengemudi-pengemudi yang sudah frustrasi menerjang banjir yang tak kunjung surut.

Suara tawa mereka menggema di sepanjang jalan, bersahut-sahutan dengan klakson kendaraan yang melintas pelan. Di genangan setinggi betis, anak-anak itu tertawa lepas, saling siram, dan sesekali berenang kecil.

Salah satu bocah bernama Daffa mengaku tidak takut bermain di tengah jalan yang masih dilalui kendaraan.

“Enggak, soalnya mobilnya pada pelan, jadinya enggak bakal ketabrak, hati-hati,” kata Daffa.

Daffa bukan warga sekitar Jalan Daan Mogot. Ia tinggal di Kampung Basmol, yang kira-kira berjarak satu kilo lebih dari Jalan Daan Mogot, dan datang ke sana untuk bermain bersama teman-temannya. Meski jauh dari rumah, ia memastikan orang tuanya mengetahui keberadaannya.

"Tau, tau,” ujarnya.

“Di rumah,” tambahnya saat ditanya di mana orang tuanya berada.

Sebelum bermain, Daffa mengaku telah meminta izin kepada orang tuanya.

“Izin, izin,” katanya.

Menurut Daffa, rumahnya tak terdampak banjir karena adanya bendungan di sekitar tempat tinggalnya.

“Enggak, soalnya ada bendungan di rumah saya, enggak kena banjir,” ucapnya.

Daffa ternyata datang bersama saudara kembarnya, Daffi. Mereka berdua bermain tak jauh dari lokasi, ternyata mereka sudah main sejak pagi.

“Sudah dari pagi, kak,” kata Daffi.

Meski tubuh mereka basah kuyup dan udara sore terasa dingin, anak-anak itu tampak tak khawatir akan kesehatan.

“Sudah biasa, mandi hujan,” ujar Daffa.

Sementara itu, kondisi lalu lintas di Jalan Daan Mogot terpantau padat. Sepeda motor melaju perlahan, pengendara sesekali menurunkan kaki untuk menjaga keseimbangan.

Mobil-mobil berhenti sejenak, klakson dibunyikan sebagai peringatan. Beberapa anak menepi setiap kali kendaraan mendekat, lalu kembali bermain begitu jalan sedikit lengang. Namun ada pula yang nekat naik ke atas kendaraan terbuka.

Di sisi jalan, beberapa orang tua terlihat mengawasi anak-anaknya dari kejauhan. Ada yang berdiri sambil memperhatikan anaknya bermain, ada pula yang ikut turun ke genangan, menemani dan bermain bersama anak mereka.

Kehadiran para orang dewasa itu memang sedikit meredakan kecemasan, namun tak sepenuhnya menghilangkannya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Daan Mogot Jakbar Macet karena Banjir, Kendaraan Arah Pesing Diputarbalik
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Wow! Selangkah Lagi Pemain Keturunan Indonesia Berdarah Medan Gabung Barcelona, AC Milan Gigit Jari?
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Begini Cara BI Stabilkan Nilai Tukar Rupiah
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Kisah Anak Donald Trump Selamatkan Nyawa Wanita di London
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Melampaui Tuntutan Gerakan Sosial
• 1 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.