Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan kebijakan pendidikan kepada masyarakat, sekaligus menekankan bahwa Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disusun melalui proses ilmiah yang panjang dan terukur.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Bahasa Ganjar Harimansyah dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin dalam Temu Media yang membahas Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Gedung Arjuna Lantai 3, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Bogor, Jawa Barat, Jumat, 23 Januari 2026.
Ganjar Harimansyah menyampaikan bahwa media memiliki posisi penting sebagai penghubung antara pemerintah dan publik dalam menjamin keterbukaan informasi.
(Foto: Sekretaris Badan Bahasa Ganjar Harimansyah)
“Media menjadi mitra strategis dalam menyampaikan kebijakan, program, serta capaian pemerintah kepada masyarakat. Tanpa dukungan rekan-rekan wartawan, informasi tersebut tidak akan tersampaikan secara utuh,”ujar Ganjar dalam keterangan yang diterima tvrinews di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi wartawan pendidikan sepanjang 2025 yang dinilai telah berkontribusi besar dalam mengedukasi publik mengenai isu-isu kebahasaan dan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menegaskan bahwa KBBI bukan sekadar kumpulan kata yang sedang populer di masyarakat, melainkan hasil kerja akademik yang dilakukan secara berkelanjutan.
“KBBI disusun melalui proses ilmiah. Setiap kata yang masuk harus melalui kajian kebahasaan, bukan hanya karena viral atau sering digunakan,” kata Hafidz.
Ia menjelaskan bahwa KBBI pertama kali diterbitkan pada 1991 dan terus mengalami pembaruan hingga kini berbasis digital melalui KBBI Daring. Digitalisasi tersebut memungkinkan pemutakhiran data dilakukan secara lebih akurat dan terukur.
Menurut Hafidz, penyusunan KBBI juga berangkat dari kamus-kamus bahasa Indonesia terdahulu yang kemudian dikembangkan sesuai dinamika penggunaan bahasa di masyarakat.
Melalui forum ini, Badan Bahasa berharap sinergi dengan media dapat semakin diperkuat, sekaligus meningkatkan pemahaman publik bahwa kamus nasional disusun melalui proses ilmiah yang bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Editor: Redaksi TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4255388/original/099094100_1670573986-20221209-Cuaca-Ekstrem-Faizal-4.jpg)

