Target Lifting Minyak 1,6 Juta Barel Mustahil Tercapai, Ini Penjelasan Bahlil

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bahlil Lahadalia mengatakan, lifting minyak di angka 1,6 juta barel per hari mustahil terealisasi.

Target Lifting Minyak 1,6 Juta Barel Mustahil Tercapai, Ini Penjelasan Bahlil (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, lifting minyak di angka 1,6 juta barel per hari mustahil terealisasi.

Hal ini lantaran Indonesia tidak lagi memiliki cadangan minyak seperti periode 1996-1997. Sumur-sumur besar yang saat ini masih eksis sudah melewati puncak produksinya.

Baca Juga:
Kejar Lifting 2026, SKK Migas Tekankan Reformasi Perizinan dan Efisiensi Rantai Suplai

"Saya tidak terlalu percaya bahwa kita bisa melakukan peningkatan lifting sampai dengan 2029, 1,6 juta (Bph). Menurut saya itu hanya Allah yang bisa memberikan kita. Kita fair-fair saja, kita enggak usah baku tipu dalam ruangan ini," kata Bahlil di kompleks DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Bahlil mengungkapkan, target realistis lifting minyak RI hanya berkisar 800-900 ribu barel per hari. Ini pun kemungkinan baru akan tercapai pada 2029 sejalan dengan strategi pemerintah menghidupkan kembali sumur-sumur rakyat untuk mendorong lifting minyak.

Baca Juga:
Lifting Minyak RI Capai 605.300 Barel per Hari di 2025, Produksi Naik Pertama Kali dalam 9 Tahun

Meski demikian, dia menilai untuk mencapai swasembada energi tidak hanya bisa ditempuh lewat peningkatan lifting tetapi juga melalui substitusi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. 

“Maka kita harus mempergunakan apa yang kita miliki yang namanya nabati. Ethanol itu adalah bagian terpenting dalam rangka melakukan substitusi. Terhadap crude kita. Nah, ini bicara tentang kemandirian," katanya.

Baca Juga:
Genjot Lifting Minyak, 45 Ribu Sumur Rakyat Siap Beroperasi

Bahlil menambahkan, konsumsi BBM nasional per tahun mencapai 39-40 juta kiloliter. Sementara produksi dalam negeri hanya 14 juta kilo liter. Sehingga pada 2025 pemerintah masih harus mengimpor bensin hingga 25 juta kilo liter.

Dengan hadirnya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, akan menambah pasokan BBM nasional hingga 5,8 juta kilo liter sehingga impor BBM juga berkurang menjadi 19 juta kilo liter pada 2026.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Awal 2026, The Bellezza Suites by Nemuru Tebar Diskon Hingga 50%
• 1 menit lalueranasional.com
thumb
Wisata visual dorong minat Gen Z ke destinasi Bekasi
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Rapat Komisi III DPR Sindir Kejagung Belum Eksekusi Terpidana Silfester: Ngumpet ke Mana Itu Pak?
• 4 jam lalufajar.co.id
thumb
Video: Prabowo Berpidato di WEF 2026, Bahas Ekonomi dan Perdamaian Dunia
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
• 19 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.