GenPI.co - Sebuah tren mengkhawatirkan mulai terlihat di kalangan generasi muda Australia.
Makin banyak anak muda yang memilih untuk tidak melindungi kulit saat beraktivitas di bawah terik matahari.
Fenomena ini memicu alarm kewaspadaan bagi para petugas kesehatan di negara tersebut.
Data dari YouGov menunjukkan bahwa hanya 26 persen responden berusia 13-28 tahun yang menganggap perlindungan dari sinar matahari sebagai hal yang sangat penting.
Pada kelompok usia 29-44 tahun, angka tersebut mengalami kenaikan menjadi 33 persen.
Sebanyak 42 persen warga berusia 61-79 tahun mengaku lebih memilih menutupi tubuh saat berada di luar ruangan.
Generasi muda juga tercatat paling jarang menggunakan topi, kacamata hitam, dan mencari tempat teduh.
Ketua Komite Kanker Kulit Nasional Dewan Kanker Sally Blane menyebut temuan ini sebagai sesuatu yang memprihatinkan.
Menurut dia, dua dari tiga warga Australia diperkirakan akan didiagnosis kanker kulit.
"Generasi muda Australia sebenarnya telah belajar dari generasi sebelumnya. Namun, mereka belum mengubah pengetahuan itu menjadi tindakan nyata," ujarnya, dilansir Australian Associated Press, Kamis (22/1).
Dia menilai masih banyak anak muda yang belum menanggapi pesan perlindungan kulit dengan serius.
Secara keseluruhan, 63 persen warga Australia mengaku khawatir akan risiko terkena kanker kulit.
Kekhawatiran ini makin mengemuka di tengah perdebatan publik mengenai efektivitas tabir surya.
Kelompok konsumen Choice menguji 20 produk tabir surya yang dijual di Australia.
Dari 20 produk tabir surya yang diuji tersebut, hanya empat produk yang memberikan perlindungan SPF sesuai dengan klaim pada labelnya.
Temuan itu menyebabkan sejumlah produk ditarik dari peredaran.
"Kami memahami kekhawatiran masyarakat, tetapi tabir surya tetap aman dan efektif jika digunakan dengan benar," kata Blane. (*)
Video heboh hari ini:




