GenPI.co - Perceraian artis Raihaanun dan Teddy Soeriatmadja setelah 16 tahun menikah menjadi pengingat bahwa pernikahan, sekuat apa pun, tidak lepas dari tantangan.
Dilansir Your Tango, banyak masalah yang tampak sepele pada awalnya bisa berubah menjadi bom waktu bagi hubungan.
Berikut masalah pernikahan yang bisa mengancam keharmonisan pasangan.1. Kurangnya Kepercayaan
Kepercayaan merupakan fondasi dari cinta. Tanpa kepercayaan, pernikahan yang sehat sulit terwujud.
Ketika pasangan berbohong, berselingkuh, dan mengingkari janji, hubungan bisa retak secara signifikan.
Memulihkan kepercayaan bukanlah hal mudah. Kedua belah pihak harus berkomitmen untuk memperbaiki hubungan.
Jika tidak ditangani, rasa sakit hati, kemarahan, dan kecurigaan bisa terus menghantui pernikahan.
2. Kemarahan yang Tak Terkendali
Memarahi pasangan sesekali memang wajar, tetapi kemarahan yang meledak-ledak bisa merusak hubungan.
"Kemarahan yang diungkapkan dengan tepat bisa membangun, tetapi kemarahan yang tidak terkendali justru menyakiti orang terdekat," kata psikolog William J. Ryan.
Penting untuk tetap tenang, membahas masalah secara konstruktif, dan mempertimbangkan perasaan satu sama lain.
Dengarkan pasangan dan ungkapkan pendapat dengan jujur.
3. Perubahan Ambisi
Saat menikah, pasangan biasanya memiliki tujuan hidup yang sama.
Namun, seiring waktu ambisi atau rencana hidup bisa berubah.
Misalnya, pasangan yang awalnya ingin segera memiliki anak mungkin tiba-tiba ingin fokus bepergian atau melanjutkan pendidikan.
Jaga komunikasi tetap terbuka. Membahas perubahan keinginan atau rencana masa depan sejak dini bisa mencegah konflik besar dan mengurangi kejutan yang tidak diinginkan dalam pernikahan. (*)
Jangan lewatkan video populer ini:



